Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 290
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah pembuka dan bacaan salat · Bait 290 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وسورة
dan membaca surah
والجهر أو سر أثر
serta keras atau pelan sebagaimana diriwayatkan
وعند أجنبي
dan di hadapan laki-laki nonmahram
الأنثى تسر
perempuan melirihkan
Terjemahan bait 290

Dan membaca surah, serta mengeraskan atau melirihkan sebagaimana diriwayatkan; di hadapan laki-laki nonmahram, perempuan melirihkan menurut matan.

Syarah · keterangan lengkap

Surah setelah Al-Fatihah

Membaca surah atau bagian Al-Qur’an sesudah Al-Fatihah merupakan sunah pada tempat yang diterangkan dalam fikih. Ia tidak berkedudukan sama dengan Al-Fatihah yang rukun. Imam juga memperhatikan keadaan jamaah dan waktu; memperpanjang sunah tidak dilakukan hingga menyulitkan jamaah atau membahayakan kewajiban waktu.

Jahr dan sirr mengikuti tuntunan

Syarah merinci Subuh serta dua rakaat pertama Magrib dan Isya dengan jahr bagi imam atau orang sendiri, sedangkan Zuhur, Asar, dan rakaat akhir terkait dibaca sirr. Makmum memiliki ketentuan sendiri. Sirr tetap berupa bacaan, bukan sekadar melihat teks dalam hati tanpa menggerakkan ucapan yang mampu dilakukan.

Konteks perempuan dan nonmahram

Matan menganjurkan perempuan melirihkan di hadapan laki-laki nonmahram dalam pembahasan ini. Syarah secara tegas menyebut bahwa suara perempuan bukan aurat menurut pendapat yang diandalkan, sehingga anjuran ini tidak diubah menjadi larangan semua suara perempuan di ruang publik. Pelajari ketentuan salat pada konteksnya, tanpa memperluasnya menjadi penilaian terhadap martabat atau kemampuan seseorang.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 82. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وسورة والجهر أو سر أثر

سورة menunjuk bacaan tambahan; الجهر أو سر dua cara suara, أثر pasif bermakna diterima melalui riwayat.

وعند أجنبي الأنثى تسر

عند أجنبي keterangan keadaan; الأنثى mubtada, تسر khabar fi‘liyah, melirihkan bacaan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أثر

Akar
أ ث ر
Pola / bentuk
فُعِلَ

Madhi pasif أُثر, diriwayatkan atau dinukil.

تسر

Akar
س ر ر
Pola / bentuk
تُفْعِلُ dengan idgham

Mudhari‘ أسرّ, melirihkan suara.

Hubungan bait

Melanjutkan tingkat suara pada 289 dan membedakan bacaan tambahan dari rukun Al-Fatihah pada 263.

Intisari & faedah
  1. Surah tambahan tidak sama kedudukannya dengan Al-Fatihah.
  2. Syarah tidak menyebut suara perempuan sebagai aurat menurut pendapat yang diandalkan.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar menyimpulkan anjuran sirr pada bait ini berarti semua suara perempuan terlarang.

Cara memahami

Ia membaca pembatasan konteks salat dan penjelasan syarah tentang suara.

Batas penerapan

Tidak memperluas aturan tertentu menjadi larangan umum yang tidak dinyatakan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 631

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

وصلوا كما رأيتموني أصلي فإذا حضرت الصلاة فليؤذن لكم أحدكم

Inti makna

Nabi mengajarkan meneladani cara salat beliau dan mengumandangkan azan ketika waktu tiba.

Kaitan dengan bait

Dasar mengikuti tuntunan cara salat; pembagian suara dan keadaan pelaku diterangkan dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah sirr berarti cukup membaca dalam hati tanpa ucapan sama sekali ketika mampu?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Sirr adalah bacaan yang dilirihkan, bukan pengganti seluruh ucapan dengan pikiran.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وسورة

dan membaca surah

والجهر أو سر أثر

serta keras atau pelan sebagaimana diriwayatkan

وعند أجنبي

dan di hadapan laki-laki nonmahram

الأنثى تسر

perempuan melirihkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وسورَةٌ والجَهْرُ أو سِرٌّ أُثِرْ

Buka penggal 2

وعند أجنَبِيِّ الأُنثَى تُسْر

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 290 — Bacaan surah, jahr, dan sirrNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan