Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sunah gerakan dan salam · Bait 291 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وكبرن
- dan bertakbirlah
- لسائر انتقال
- pada perpindahan lainnya
- لكنما التسميع
- namun tasmi‘
- لاعتدال
- untuk iktidal
Terjemahan bait 291
Bertakbirlah pada perpindahan lainnya; tetapi tasmi‘ untuk iktidal dari rukuk.
Syarah · keterangan lengkap
Takbir menyertai perpindahan
Selain takbir pembuka yang rukun, ada takbir perpindahan yang disunahkan, seperti saat turun menuju sujud dan bangkit darinya. Kedudukan keduanya tidak disamakan. Jika takbir perpindahan terlupa, orang tidak menganggap seluruh salat belum dimulai atau harus mengulang takbiratul ihram.
Bangkit dari rukuk mempunyai bacaan khusus
Ketika bangkit menuju iktidal dibaca sami‘allahu liman hamidah, yang disebut tasmi‘. Syarah menjelaskan makna penerimaan pujian oleh Allah, lalu bacaan pujian ketika telah tegak. Dalam mazhab matan, peran imam, makmum, dan orang sendiri dipelajari sesuai rincian bacaan ini; tidak semua mazhab mengatur peran bacaan dengan rumusan yang sama.
Gerakan dan ucapan tetap tertata
Bacaan perpindahan menyertai gerak, tetapi tidak menggantikan tercapainya posisi rukun. Mengucapkan tasmi‘ dengan benar belum cukup jika badan tidak kembali iktidal dan tenang. Pelajar menggabungkan ucapan, bentuk gerak, dan tumakninah secara bertahap. Fokusnya menjaga salat yang utuh, bukan hanya menghafal daftar bacaan terpisah dari tindakan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 82. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وكبرن لسائر انتقال
كبرن perintah dengan nun penegas; لسائر انتقال menerangkan perpindahan yang disertai takbir.
لكنما التسميع لاعتدال
لكن memberi pengecualian, التسميع pokok bacaan, لاعتدال tempatnya ketika bangkit dari rukuk.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bacaan perpindahan melengkapi sunah bacaan 288–290 dengan tetap menjaga iktidal dan tumakninah 269–271.
Intisari & faedah
- Takbir perpindahan berbeda kedudukan dari takbir pembuka.
- Tasmi‘ menyertai bangkit dari rukuk menuju iktidal.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar hafal tasmi‘ tetapi langsung turun sujud sebelum tegak.
Cara memahami
Ia memperbaiki iktidal dan ketenangan selain bacaannya.
Batas penerapan
Bacaan sunah tidak menggantikan bentuk rukun.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 789
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
ثم يقول سمع الله لمن حمده
Inti makna
Riwayat menggambarkan tasmi‘ ketika bangkit dari rukuk serta takbir pada perpindahan lain.
Kaitan dengan bait
Riwayat Abu Hurairah menggambarkan takbir perpindahan dan tasmi‘ saat bangkit dari rukuk.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Bacaan apa yang dibahas sebagai pengganti takbir ketika bangkit dari rukuk?
Lihat pembahasan jawaban
Sami‘allahu liman hamidah, disebut tasmi‘.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وكبرن
dan bertakbirlah
لسائر انتقال
pada perpindahan lainnya
لكنما التسميع
namun tasmi‘
لاعتدال
untuk iktidal
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وكَبِّرَنْ لسائِرِ انتقالِ
Buka penggal 2
لكنَّمَا التَسميعُ لاعتِدَالِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 291 — Takbir perpindahan dan tasmi‘ ketika bangkitNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.