Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 293
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah gerakan dan salam · Bait 293 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والوضع لليدين
dan meletakkan kedua tangan
بعد الركبة
setelah lutut
منشورة
terbuka
مضمومة للكعبة
dirapatkan menghadap Ka‘bah
Terjemahan bait 293

Meletakkan kedua tangan setelah lutut, dengan jari terbuka, dirapatkan, dan menghadap Ka‘bah.

Syarah · keterangan lengkap

Urutan turun menurut matan

Pengarang menyebut meletakkan lutut lebih dahulu lalu tangan saat turun menuju sujud. Syarah menghubungkannya dengan riwayat Wa’il bin Hujr. Pembahasan urutan tangan dan lutut dikenal memiliki perbedaan penilaian riwayat serta pilihan fikih. Karena itu pilihan matan diterangkan tanpa mengklaim seluruh bentuk lain otomatis membatalkan salat.

Tangan dan jari ketika sujud

Telapak diletakkan dengan jari terbuka, bukan mengepal, lalu jari dirapatkan dan diarahkan ke kiblat. Kata terbuka di sini tidak bertentangan dengan dirapatkan: terbuka berarti tidak ditekuk mengepal, sedangkan rapat menjelaskan sela antarjari. Dua sifat itu dapat dilakukan bersamaan.

Kemampuan tubuh didahulukan

Orang yang memerlukan tumpuan tangan lebih dahulu karena keadaan lutut atau keseimbangan memperhatikan kemampuannya. Jangan memaksakan urutan sunah hingga jatuh atau kesakitan. Rukun sujud tetap ditunaikan sesuai yang mampu, sedangkan bentuk penyempurna disesuaikan. Ini menjaga perbedaan antara tuntunan normal dan pelaksanaan saat ada uzur.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 83. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والوضع لليدين بعد الركبة

الوضع masdar bagian daftar sunah; لليدين anggota yang diletakkan, بعد الركبة urutan setelah lutut.

منشورة مضمومة للكعبة

Dua keadaan jari: diluruskan dan dirapatkan; للكعبة menerangkan arah kiblat.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

منشورة

Akar
ن ش ر
Pola / bentuk
مَفْعُولَة

Isim maf‘ul نشر, dibuka atau diluruskan.

مضمومة

Akar
ض م م
Pola / bentuk
مَفْعُولَة

Isim maf‘ul ضمّ, dirapatkan.

Hubungan bait

Sunah turun menyempurnakan sujud 270 dan dilanjutkan jarak badan serta kaki pada 294.

Intisari & faedah
  1. Lutut dahulu merupakan pilihan yang dijelaskan matan dalam masalah yang mempunyai perbedaan fikih.
  2. Terbuka dan rapat menggambarkan dua sifat jari yang berbeda.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang dengan lutut sakit perlu bertumpu pada tangan agar turun dengan aman.

Cara memahami

Ia memperhatikan uzur dan tidak memaksakan bentuk sunah yang berbahaya.

Batas penerapan

Urutan turun tidak disamakan dengan keseluruhan syarat sah sujud.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Jami‘ at-Tirmidzi 268

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan. At-Tirmidzi menyebut hasan gharib; halaman rujukan juga menampilkan penilaian berbeda. Bukan klaim kesepakatan tentang urutan turun sujud.

Baca petikan Arab

إذا سجد يضع ركبتيه قبل يديه

Inti makna

Riwayat Wa’il menggambarkan meletakkan lutut sebelum tangan ketika sujud; penilaian riwayat dan pilihan praktik berbeda di kalangan ulama.

Kaitan dengan bait

Riwayat Wa’il menyebut lutut sebelum tangan; penilaian dan pengamalannya dibahas dalam perbedaan fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Bagaimana jari bisa terbuka sekaligus dirapatkan?

Lihat pembahasan jawaban

Jari diluruskan, tidak mengepal, sementara sela antarjari dirapatkan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والوضع لليدين

dan meletakkan kedua tangan

بعد الركبة

setelah lutut

منشورة

terbuka

مضمومة للكعبة

dirapatkan menghadap Ka‘bah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والوَضْعُ لليديْنِ بعدَ الركبَةِ

Buka penggal 2

منشورَةً مضمومَةً للكعبَةِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 293 — Turun sujud dan arah jariNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan