Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sunah gerakan dan salam · Bait 295 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وجلسة الراحة
- dan duduk istirahat
- خففنها
- ringankanlah
- في كل ركعة
- pada setiap rakaat
- تقوم عنها
- yang darinya engkau bangkit
Terjemahan bait 295
Ringankan duduk istirahat pada setiap rakaat yang darinya engkau bangkit.
Syarah · keterangan lengkap
Duduk singkat setelah sujud
Jalsat al-istirahah ialah duduk singkat setelah sujud kedua sebelum bangkit menuju rakaat berikut, pada tempatnya. Ia berbeda dari duduk antara dua sujud yang rukun dan berbeda dari duduk untuk tasyahud. Mengenali tiga jenis duduk ini membantu pelajar tidak menukar jumlah atau kedudukannya.
Ringan sesuai tujuan
Matan meminta duduknya ringan. Syarah memberikan gambaran kadar singkat, bukan menjadikannya istirahat panjang yang memutus perhatian. Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan oleh bait ini. Pelaksanaan dilakukan tenang sambil menyiapkan bangkit, dengan tetap memperhatikan cara mengikuti imam ketika berjamaah.
Sunah dalam pilihan matan
Duduk ini termasuk sunah yang memiliki pembahasan perbedaan praktik dalam fikih. Orang yang tidak melakukannya tidak langsung dinilai kehilangan rukun. Bila keadaan tubuh membutuhkan jeda atau bantuan untuk bangkit, hal itu juga diperhatikan sesuai kemampuan. Pelajaran berfokus pada bentuk yang diterangkan kitab sambil membedakan sunah dari kebutuhan fisik seseorang.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 83. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وجلسة الراحة خففنها
جلسة الراحة didahulukan sebagai pokok; خففنها perintah meringankannya dengan nun penegas dan dhamir objek.
في كل ركعة تقوم عنها
في كل ركعة membatasi tempat pelaksanaan; تقوم عنها sifat rakaat yang diikuti bangkit.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Duduk istirahat sesudah sujud dibedakan dari duduk rukun pada 271 dan tasyahud pada 272.
Intisari & faedah
- Duduk istirahat berbeda dari duduk antara dua sujud.
- Duduk ini ringan dan termasuk sunah dalam penjelasan matan.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar mengira semua duduk salat adalah tasyahud dan menambah bacaan panjang sebelum bangkit.
Cara memahami
Ia membedakan duduk istirahat dari duduk tasyahud.
Batas penerapan
Tidak menambah kewajiban bacaan yang tidak disebut pada tempatnya.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 823
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
لم ينهض حتى يستوي قاعدا
Inti makna
Riwayat menggambarkan duduk sejenak sebelum bangkit dari rakaat ganjil.
Kaitan dengan bait
Riwayat Malik bin Huwairits menggambarkan duduk sejenak sebelum bangkit dari rakaat ganjil.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah duduk istirahat sama dengan duduk antara dua sujud?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Tempat dan kedudukannya berbeda.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وجلسة الراحة
dan duduk istirahat
خففنها
ringankanlah
في كل ركعة
pada setiap rakaat
تقوم عنها
yang darinya engkau bangkit
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وجَلْسَةُ الرَّاحَةِ خَفِّفَنْهَا
Buka penggal 2
في كُلِّ ركعَةٍ تقومُ عنهَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 295 — Duduk istirahat sebelum bangkitNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.