Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sunah gerakan dan salam · Bait 296 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وسبح
- dan bertasbihlah
- إن ركعت أو إن تسجد
- ketika rukuk atau sujud
- وضع على الفخذين
- dan letakkan pada kedua paha
- في التشهد
- ketika tasyahud
Terjemahan bait 296
Bertasbihlah ketika rukuk atau sujud, dan letakkan pada kedua paha ketika tasyahud—
Syarah · keterangan lengkap
Bacaan pada dua posisi
Syarah menyebut subhana rabbiyal ‘azhim ketika rukuk dan subhana rabbiyal a‘la ketika sujud, dengan anjuran tiga kali dalam penjelasannya. Kedua bacaan mengagungkan Allah dan disesuaikan dengan posisi ibadah. Bacaan sunah ini dibedakan dari tumakninah yang wajib; menghafalnya tidak menghapus kebutuhan menenangkan tubuh.
Makna tasbih
Tasbih menyucikan Allah dari kekurangan. Pelajar dapat menghubungkan makna itu dengan ketundukan badan sehingga bacaan dan gerakan saling membantu. Jika imam bergerak lebih cepat, makmum mempelajari aturan mengikuti imam dan tidak mempertahankan tambahan bacaan sunah dengan mengabaikan kewajiban mengikutinya.
Kalimat tangan berlanjut
Akhir bait memerintahkan meletakkan pada paha, tetapi objek kedua tangan baru disebut di awal 297. Karena itu jangan menganggap kalimatnya lengkap dengan benda lain yang ditebak sendiri. Posisi tangan ketika tasyahud merupakan sunah postur, berbeda dari duduk tasyahud akhir yang sudah termasuk rukun.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 84. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وسبح إن ركعت أو إن تسجد
سبح perintah; إن ركعت أو إن تسجد menerangkan dua keadaan tempat tasbih.
وضع على الفخذين في التشهد
ضع perintah dengan objek يديك pada 297; على الفخذين tempat, في التشهد saatnya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Tasbih melengkapi gerakan rukuk-sujud, lalu posisi tangan harus disambung dengan 297–298.
Intisari & faedah
- Tasbih sunah dibedakan dari kewajiban tumakninah.
- Objek kedua tangan pada akhir perintah ini muncul di bait berikut.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar telah mengucapkan tasbih tiga kali dengan cepat tetapi badan belum tenang.
Cara memahami
Ia memperbaiki tumakninah dan memahami perbedaan kedudukan bacaan.
Batas penerapan
Jumlah bacaan tidak menjadi pengganti ketenangan rukun.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih Muslim 772
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
سبحان ربي العظيم
Inti makna
Riwayat Hudzaifah menyebut tasbih ini ketika rukuk dan subhana rabbiyal a‘la ketika sujud.
Kaitan dengan bait
Riwayat Hudzaifah memuat tasbih pada rukuk dan sujud.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah tiga tasbih otomatis menggantikan tumakninah yang belum tercapai?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Bacaan dan ketenangan tubuh mempunyai tuntutan berbeda.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وسبح
dan bertasbihlah
إن ركعت أو إن تسجد
ketika rukuk atau sujud
وضع على الفخذين
dan letakkan pada kedua paha
في التشهد
ketika tasyahud
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وسَبِّحِ انْ رَكَعْتَ أو إن تَسجُدِ
Buka penggal 2
وَضَعْ على الفَخذَيْنِ في التَّشَهُّدِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 296 — Tasbih rukuk dan sujud serta tangan ketika tasyahudNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.