Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sunah gerakan dan salam · Bait 297 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- يديك
- kedua tanganmu
- واضمم ناشرا يسراكا
- dan rapatkan sambil meluruskan jari kirimu
- واقبض
- dan genggamlah
- سوى سبابة يمناكا
- selain telunjuk tangan kananmu
Terjemahan bait 297
Kedua tanganmu; rapatkan sambil meluruskan jari kiri, dan genggam jari kanan selain telunjuk.
Syarah · keterangan lengkap
Objek perintah sebelumnya
Kedua tangan diletakkan pada kedua paha sebagaimana perintah 296, dekat lutut menurut syarah. Tangan kanan berada di kanan dan kiri di kiri. Posisi ini membantu tubuh tenang ketika membaca tasyahud, tanpa menjadikan penempatan setiap jari sebagai beban yang mengalahkan perhatian kepada bacaan.
Tangan kiri terbuka dan rapat
Jari kiri diluruskan, tidak mengepal, lalu dirapatkan. Seperti pada sujud, terbuka dan rapat tidak bertentangan: yang satu menyangkut bentuk jari, yang lain sela antarjari. Pelajar dapat melatihnya di luar salat sehingga saat pelaksanaan tidak terus memeriksa tangan.
Tangan kanan dan variasi bentuk
Syarah menerangkan genggaman jari kanan dengan telunjuk dipersiapkan untuk isyarat, serta rincian letak ibu jari. Riwayat mengenal beberapa bentuk yang dijelaskan ulama. Bait ini menyampaikan pilihan postur kitab; jangan menjadikan perbedaan kecil genggaman sebagai alasan membatalkan salat orang lain. Saat mengangkat telunjuk diterangkan pada 298.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 84. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
يديك واضمم ناشرا يسراكا
يديك objek ضع pada 296; اضمم perintah, ناشرا hal, يسراك tangan kiri yang jari-jarinya dirapatkan.
واقبض سوى سبابة يمناكا
اقبض perintah dengan jari-jari dipahami; سوى mengecualikan telunjuk kanan dari genggaman.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Melengkapi objek perintah 296 dan membuka isyarat telunjuk pada 298.
Intisari & faedah
- Tangan kiri diluruskan dengan jari rapat.
- Telunjuk kanan dibedakan dari jari yang digenggam menurut bentuk yang dijelaskan.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar sulit membedakan tangan kiri terbuka dengan renggang lebar.
Cara memahami
Ia memahami bahwa jari dapat lurus tetapi tetap rapat.
Batas penerapan
Variasi bentuk yang dikenal dalam fikih tidak langsung memengaruhi sahnya salat.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih Muslim 580b
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
ووضع يده اليمنى على ركبته اليمنى وعقد ثلاثة وخمسين وأشار بالسبابة
Inti makna
Riwayat menggambarkan posisi tangan kanan dan isyarat telunjuk ketika tasyahud.
Kaitan dengan bait
Riwayat menjelaskan tangan pada paha/lutut dan isyarat jari ketika duduk tasyahud.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa perbedaan bentuk terbuka dan jari dirapatkan?
Lihat pembahasan jawaban
Terbuka berarti tidak mengepal; dirapatkan berarti sela antarjari tidak direnggangkan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
يديك
kedua tanganmu
واضمم ناشرا يسراكا
dan rapatkan sambil meluruskan jari kirimu
واقبض
dan genggamlah
سوى سبابة يمناكا
selain telunjuk tangan kananmu
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
يَدَيكَ واضْمُمْ ناشِرَا يُسرَاكَا
Buka penggal 2
واقبِضْ سِوَى سَبَّابَةٍ يُمْنَاكَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 297 — Bentuk tangan ketika tasyahudNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.