Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 300
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah gerakan dan salam · Bait 300 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ينوي الإمام
imam meniatkan
حاضريه بالسلام
mereka yang hadir melalui salam
وهم نووا ردا
dan mereka meniatkan jawaban
على هذا الإمام
kepada imam ini
Terjemahan bait 300

Imam meniatkan mereka yang hadir melalui salamnya, dan mereka meniatkan jawaban kepada imam itu.

Syarah · keterangan lengkap

Salam sebagai doa kepada yang hadir

Syarah menerangkan anjuran imam meniatkan salam kepada yang hadir sesuai arah, termasuk malaikat dan kaum muslimin yang dibahas dalam konteksnya. Niat ini memperkaya makna penutup, tetapi tidak mengubah lafaz salam menjadi daftar nama orang yang harus diucapkan. Penutup tetap menggunakan bacaan yang disyariatkan.

Makmum menyertakan maksud menjawab

Makmum dapat meniatkan jawab salam kepada imam dalam salam salatnya. Ini bukan perintah menyelipkan percakapan bebas atau menjawab lebih dahulu sebelum imam selesai menurut ketentuan mengikuti. Tujuan niat ialah menghubungkan doa keselamatan dengan jamaah yang beribadah bersama.

Sunah yang tidak menambah beban rumit

Syarah juga membahas maksud salam bagi makmum dan orang sendiri kepada yang hadir. Tidak perlu menghitung setiap orang atau memastikan daftar makhluk yang tidak terlihat. Yang dibutuhkan ialah maksud umum sesuai tuntunan, tanpa waswas. Bait ini menutup rangkaian sunah gerakan dan bacaan sebelum pembahasan syarat salat berikutnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 84. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ينوي الإمام حاضريه بالسلام

ينوي fi‘il, الإمام fa‘il, حاضريه objek; بالسلام menerangkan doa salam sebagai sarana maksud itu.

وهم نووا ردا على هذا الإمام

هم mubtada, نووا khabar fi‘liyah; ردا objek makna niat dan على هذا الإمام pihak yang dijawab.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

ينوي

Akar
ن و ي
Pola / bentuk
يَفْعِلُ dengan i‘lal

Mudhari‘ نوى, bermaksud dalam hati.

حاضريه

Akar
ح ض ر
Pola / bentuk
Jamak mudzakkar salim حاضر

Mereka yang hadir, dalam bentuk idhafah sehingga nun jamak dihilangkan.

Hubungan bait

Melengkapi adab salam pada 299 dengan tetap membedakan rukun salam pertama pada 273.

Intisari & faedah
  1. Maksud salam tidak mengharuskan menyebut nama orang dalam lafaz.
  2. Niat menjawab tetap berada dalam tata cara salam salat.
Contoh penerapan

Keadaan

Makmum ingin menyertakan salam kepada imam dan jamaah.

Cara memahami

Ia cukup menghadirkan maksud umum sesuai tuntunan saat salam.

Batas penerapan

Tidak menambahkan percakapan atau daftar nama ke dalam bacaan penutup.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS An-Nisaa 4:86

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍۢ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيبًا

Inti makna

Salam penghormatan dibalas dengan yang lebih baik atau setara; Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Kaitan dengan bait

Penguat umum membalas salam dengan baik; penerapan niat dalam salam salat merupakan rincian syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah meniatkan yang hadir berarti harus menyebut nama mereka dalam salam?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Maksudnya berada dalam hati dengan lafaz salam yang disyariatkan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ينوي الإمام

imam meniatkan

حاضريه بالسلام

mereka yang hadir melalui salam

وهم نووا ردا

dan mereka meniatkan jawaban

على هذا الإمام

kepada imam ini

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ينوي الإمامُ حاضِرِيهِ بالسلامْ

Buka penggal 2

وهُم نَوَوْا رَدَّاً على هذا الإمامْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 300 — Maksud salam imam dan jawaban makmumNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan