Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Syarat salat dan penutupan aurat · Bait 301 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- شروطها الإسلام
- syarat-syaratnya Islam
- والتمييز
- dan tamyiz
- للسبع في الغالب
- yang biasanya pada usia tujuh
- والتمييز
- dan membedakan
Terjemahan bait 301
Syarat-syaratnya Islam dan tamyiz, yang biasanya pada usia tujuh tahun; serta membedakan—
Syarah · keterangan lengkap
Syarat berbeda dari rukun
Sesudah rukun dan sunah, matan menguraikan syarat salat. Islam dan tamyiz berkaitan dengan kelayakan ibadah pelakunya. Rukun merupakan unsur dalam rangkaian, sedangkan syarat menopang sahnya pelaksanaan. Daftar ini membantu pembaca melihat mengapa gerakan yang tampak lengkap belum cukup jika syarat dasarnya tidak terpenuhi.
Tamyiz tidak sama dengan balig
Tamyiz adalah kemampuan memahami dan membedakan tindakan, yang biasanya berkembang sekitar tujuh tahun dalam penjelasan kitab. Bukan berarti semua anak mempunyai kemampuan sama tepat pada hari ulang tahun itu. Salat anak yang sudah tamyiz dibedakan dari kewajiban dewasa; pendidikan salat tetap bertahap dan memperhatikan perkembangan anak.
Dua penggunaan kata yang sama
Kata tamyiz diulang pada akhir bait tetapi pembahasannya berbeda. Yang pertama kemampuan dasar pelaku, sedangkan yang kedua membuka pembedaan fardu dan sunah pada 302. Menghubungkan dua bait mencegah pengulangan itu disangka kesalahan teks. Makna kata ditentukan juga oleh objek yang menyusul, bukan hanya bentuk katanya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 84. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
شروطها الإسلام والتمييز
شروطها mubtada; الإسلام والتمييز awal rincian khabar.
للسبع في الغالب والتمييز
للسبع في الغالب menerangkan usia kebiasaan tamyiz; والتمييز terakhir membuka syarat berikut yang diselesaikan pada 302.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Syarat pelaku berkaitan dengan kewajiban dan pendidikan pada 213–215; akhir bait disambung pada 302.
Intisari & faedah
- Tamyiz berbeda dari balig.
- Pengulangan tamyiz membuka dua pembahasan yang berbeda.
Contoh penerapan
Keadaan
Anak sudah mampu memahami gerakan dan maksud salat tetapi belum balig.
Cara memahami
Ia belajar melaksanakan salat yang sah sesuai kemampuannya.
Batas penerapan
Kemampuan belajar tidak dinilai hanya dari satu angka usia tanpa melihat perkembangan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 631
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
وصلوا كما رأيتموني أصلي فإذا حضرت الصلاة فليؤذن لكم أحدكم
Inti makna
Nabi mengajarkan meneladani cara salat beliau dan mengumandangkan azan ketika waktu tiba.
Kaitan dengan bait
Riwayat mengajarkan salat dan pendidikan kepada keluarga; rincian syarat tamyiz berasal dari syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah tamyiz dan balig selalu berarti hal yang sama?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Tamyiz adalah kemampuan memahami, sedangkan balig terkait awal kewajiban dewasa.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
شروطها الإسلام
syarat-syaratnya Islam
والتمييز
dan tamyiz
للسبع في الغالب
yang biasanya pada usia tujuh
والتمييز
dan membedakan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
شروطُهَا الإسلامُ والتَّمييزُ
Buka penggal 2
للسَّبْعِ في الغالِبِ والتَّمييزُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 301 — Islam dan tamyiz sebagai syarat salatNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.