Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 303
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Syarat salat dan penutupan aurat · Bait 303 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وطهر ما لم يعف عنه
dan suci dari yang tidak dimaafkan
من خبث
berupa najis
ثوبا مكانا بدنا
pada pakaian, tempat, dan tubuh
ومن حدث
serta dari hadas
Terjemahan bait 303

Suci dari najis yang tidak dimaafkan pada pakaian, tempat, dan tubuh; serta suci dari hadas.

Syarah · keterangan lengkap

Tiga lokasi kesucian najis

Pakaian yang dipakai, tempat yang berkaitan dengan pelaksanaan salat, dan tubuh diperhatikan kesuciannya. Khabats di sini berarti najis menurut hukum fikih, bukan setiap debu atau noda yang tidak sedap dilihat. Membedakan keduanya membantu menghindari pencucian berulang tanpa bukti adanya najis.

Ada najis yang dimaafkan

Matan menyertakan frasa yang tidak dimaafkan. Ini menghubungkan syarat salat dengan rincian najis dan keringanan pada bab bersuci sebelumnya. Jangan menghapus frasa tersebut lalu menyatakan setiap keadaan sekecil apa pun pasti merusak salat. Pemaafan mempunyai syarat, tetapi keraguan semata juga tidak mengalahkan keadaan suci yang sudah diketahui.

Hadas merupakan syarat lain

Suci dari hadas kecil melalui wudu dan hadas besar melalui mandi atau pengganti yang sah merupakan pembahasan terpisah dari membersihkan najis. Baju yang bersih tidak menggantikan wudu, dan wudu tidak otomatis membersihkan najis pada pakaian. Dua kebutuhan ini diperiksa secara sederhana sebelum salat, sesuai kemampuan serta ketentuan uzur.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 84. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وطهر ما لم يعف عنه من خبث

طهر bagian daftar syarat; ما لم يعف عنه membatasi najis yang tidak dimaafkan, من خبث penjelas jenisnya.

ثوبا مكانا بدنا ومن حدث

Tiga isim menjelaskan lingkup kesucian; ومن حدث menambahkan kesucian hadas yang berbeda dari najis.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يعف

Akar
ع ف و
Pola / bentuk
يُفْعَ dengan i‘lal dan jazm

Dari عفا dalam bentuk pasif يُعفَ setelah لم, diberi pemaafan.

حدث

Akar
ح د ث
Pola / bentuk
فَعَل

Isim keadaan hadas dalam istilah fikih.

Hubungan bait

Syarat ini merangkum bab bersuci dan berkaitan dengan larangan salat saat hadas pada 208.

Intisari & faedah
  1. Najis dan hadas merupakan dua pembahasan kesucian yang berbeda.
  2. Frasa yang tidak dimaafkan menjaga perincian keringanan.
Contoh penerapan

Keadaan

Baju seseorang bersih tetapi wudunya batal.

Cara memahami

Ia tetap perlu bersuci dari hadas sebelum salat sesuai ketentuan.

Batas penerapan

Noda biasa tidak langsung dinyatakan najis tanpa dasar.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Maaida 5:6

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Inti makna

Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.

Kaitan dengan bait

Dasar bersuci dari hadas sebelum salat; rincian najis pada tubuh, pakaian, dan tempat dibahas melalui dalil serta syarah bab bersuci.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah pakaian bersih menggantikan kebutuhan wudu setelah batal?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Kesucian najis dan hadas merupakan dua syarat yang berbeda.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وطهر ما لم يعف عنه

dan suci dari yang tidak dimaafkan

من خبث

berupa najis

ثوبا مكانا بدنا

pada pakaian, tempat, dan tubuh

ومن حدث

serta dari hadas

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وطُهْرُ ما لم يُعْفَ عنه من خَبَثْ

Buka penggal 2

ثَوْبَاً مكاناً بَدَنَاً ومِن حَدَثْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 303 — Kesucian pakaian, tempat, tubuh, dan hadasNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan