Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 304
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Syarat salat dan penutupan aurat · Bait 304 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وغير حرة
dan selain perempuan merdeka dalam klasifikasi klasik
عليها الستره
wajib menutup
لعورة
aurat
من ركبة لسرة
dari lutut sampai pusar
Terjemahan bait 304

Selain perempuan merdeka dalam klasifikasi kitab, wajib menutup aurat dari lutut hingga pusar.

Syarah · keterangan lengkap

Mengenali bahasa sosial kitab

Ghair hurrah memakai pembagian status dalam masyarakat klasik: laki-laki dan kategori perempuan yang diperbudak dibahas terpisah dari perempuan merdeka. Istilah tersebut dijelaskan sebagai konteks sejarah teks, bukan pembenaran perbudakan atau ajakan menerapkan pembedaan martabat manusia. Untuk perempuan dalam pembelajaran salat sekarang, baca ketentuan penutupan pada 305.

Batas bagi laki-laki

Syarah menerangkan bagian antara pusar dan lutut sebagai aurat salat dalam pembahasan ini. Pusar dan lutut sendiri dibedakan dari bagian di antaranya, tetapi sebagian tepinya ditutup untuk memastikan seluruh batas wajib terlindungi. Karena itu pakaian tidak dibuat tepat di garis yang mudah bergeser ketika rukuk atau sujud.

Penutupan mengikuti seluruh gerakan

Syarat menutup aurat berlaku selama rangkaian salat, bukan hanya saat berdiri di depan cermin. Periksa apakah kain naik, terbuka, atau transparan ketika bergerak. Pemeriksaan wajar sebelum salat membantu tanpa harus terus menarik pakaian selama salat. Jenis penutup yang mencukupi dan batas perempuan diteruskan pada bait berikut.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 85. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وغير حرة عليها الستره

غير حرة pokok kelompok yang dibahas; عليها السترة menyatakan tuntutan penutupan dalam klasifikasi teks.

لعورة من ركبة لسرة

لعورة menerangkan yang ditutup; من ركبة لسرة batas lokasi menurut syarah.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

حرة

Akar
ح ر ر
Pola / bentuk
فُعْلَة dengan idgham

Sifat perempuan merdeka dalam istilah sosial-hukum klasik.

الستره

Akar
س ت ر
Pola / bentuk
Isim penutup/penutupan

Lafaz ستر dengan bentuk yang mengikuti penulisan waqaf nazam.

Hubungan bait

Penutupan aurat melengkapi syarat kesucian pada 303 dan dilanjutkan ketentuan perempuan serta bahan penutup pada 305.

Intisari & faedah
  1. Klasifikasi status dalam teks dijelaskan sebagai konteks sejarah.
  2. Penutupan harus tetap terjaga ketika seluruh gerakan dilakukan.
Contoh penerapan

Keadaan

Celana menutup saat berdiri tetapi terbuka pada bagian wajib ketika rukuk.

Cara memahami

Pemakai memilih penutup yang tetap mencukupi sepanjang gerakan.

Batas penerapan

Tidak menjadikan batas minimal alasan memilih pakaian yang mudah membuka aurat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-A‘raf 7:31

Teks lengkap ayat. Inti makna Indonesia adalah ringkasan penyusun; rincian penerapan dibaca pada kaitan dengan bait.

Baca teks ayat

۞ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Inti makna

Allah memerintahkan pakaian yang layak dalam ibadah, membolehkan makan dan minum, serta melarang berlebihan; Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.

Kaitan dengan bait

Ayat menjadi penguat berpakaian layak saat ibadah; rincian batas dan klasifikasi klasik diterangkan dalam fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa sebagian tepi pusar dan lutut ikut ditutup dalam penjelasan praktis?

Lihat pembahasan jawaban

Untuk memastikan seluruh bagian wajib di antaranya tetap tertutup ketika bergerak.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وغير حرة

dan selain perempuan merdeka dalam klasifikasi klasik

عليها الستره

wajib menutup

لعورة

aurat

من ركبة لسرة

dari lutut sampai pusar

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وغيرُ حُرَّةٍ عليها السُّترَهْ

Buka penggal 2

لعَورَةٍ مِن رُكبَةٍ لِسُرَّهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 304 — Batas aurat dalam klasifikasi klasikNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan