Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 306
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Syarat salat dan penutupan aurat · Bait 306 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وعلم أو ظن
dan mengetahui atau dugaan berdasar
لوقت دخلا
bahwa waktu telah masuk
واستقبلن
dan menghadaplah
لا في قتال حللا
kecuali dalam pertempuran yang dibenarkan menurut ketentuannya
Terjemahan bait 306

Mengetahui atau mempunyai dugaan berdasar bahwa waktu telah masuk; menghadap kiblat, kecuali dalam keadaan pertempuran yang dibenarkan dan ketakutan berat.

Syarah · keterangan lengkap

Waktu dipastikan sebelum memulai

Salat terikat waktu dimulai setelah mempunyai pengetahuan atau dugaan kuat berdasarkan petunjuk yang sah bahwa waktunya masuk. Bukan menebak tanpa dasar lalu berharap kebetulan tepat. Jadwal yang sesuai lokasi, tanda alam, atau informasi yang dapat dipercaya membantu memastikan waktu; jam yang salah pengaturan perlu diperbaiki.

Kiblat sebagai syarat

Menghadap Ka‘bah merupakan syarat bagi orang yang mampu menurut ketentuannya. Menentukan arah dilakukan dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah usaha yang wajar, jangan menumbuhkan keraguan hanya karena perasaan tanpa bukti baru. Perubahan arah yang nyata berbeda dari rasa cemas yang berulang.

Pengecualian dalam bahaya berat

Matan menyebut keadaan ketakutan berat dalam pertempuran yang dibenarkan sebagai pengecualian kemampuan menghadap. Ini uraian fikih ibadah dalam situasi darurat, bukan petunjuk melakukan kekerasan. Bab salat khauf akan menerangkan pelaksanaannya secara umum. Bait berikut juga menyebut sunah perjalanan sebagai pengecualian berbeda, sehingga keduanya tidak dicampur menjadi kebebasan mengabaikan kiblat.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 85. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وعلم أو ظن لوقت دخلا

علم أو ظن bagian daftar syarat; لوقت دخل hal yang diketahui, dengan alif rima.

واستقبلن لا في قتال حللا

استقبلن perintah menghadap dengan nun penegas; لا في قتال حللا pengecualian keadaan yang diperinci syarah.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

استقبلن

Akar
ق ب ل
Pola / bentuk
اسْتَفْعِلْ + nun

Perintah استقبل, menghadap.

حللا

Akar
ح ل ل
Pola / bentuk
فُعِّلَ dengan alif rima

Pasif حلّل, dibenarkan menurut ketentuan pembahasan, bukan semua pertempuran.

Hubungan bait

Syarat waktu memakai batas 217–223; pengecualian kiblat dilanjutkan pada 307 dan bab khauf.

Intisari & faedah
  1. Penetapan waktu memerlukan dasar, bukan kebetulan.
  2. Pengecualian kiblat berkaitan dengan keadaan dan syarat khusus.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang memakai jadwal kota lain tanpa menyesuaikan lokasi lalu hendak takbir.

Cara memahami

Ia memastikan jadwal yang sesuai tempatnya terlebih dahulu.

Batas penerapan

Keringanan darurat tidak dijadikan alasan mengabaikan arah dalam keadaan mampu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:144

Surah Al-Baqara, ayat 144. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةًۭ تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Inti makna

Allah memerintahkan menghadap Masjidil Haram. Ketentuan arah dan kemampuan dijelaskan dalam fikih salat.

Kaitan dengan bait

Ayat memerintahkan menghadap Masjidil Haram; pengecualian kemampuan dijelaskan melalui dalil lain dan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah menebak waktu tanpa dasar cukup hanya karena ternyata kebetulan tepat?

Lihat pembahasan jawaban

Syarah menuntut pengetahuan atau dugaan yang berdasar sebelum memulai.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وعلم أو ظن

dan mengetahui atau dugaan berdasar

لوقت دخلا

bahwa waktu telah masuk

واستقبلن

dan menghadaplah

لا في قتال حللا

kecuali dalam pertempuran yang dibenarkan menurut ketentuannya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وعِلمٌ أو ظَنٌّ لِوَقتٍ دَخَلا

Buka penggal 2

واستَقْبِلَنْ لا في قِتَالٍ حُلِّلا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 306 — Memastikan waktu dan menghadap kiblatNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan