Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 307
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ucapan, gerakan, dan pembatal salat · Bait 307 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
أو نافلات سفر
atau salat sunah perjalanan
وإن قصر
meskipun dekat
وتركه عمدا
dan meninggalkannya secara sengaja
كلاما للبشر
percakapan manusia
Terjemahan bait 307

Atau salat sunah perjalanan meskipun dekat; serta meninggalkan percakapan manusia secara sengaja.

Syarah · keterangan lengkap

Keringanan untuk sunah perjalanan

Awal bait melengkapi pengecualian menghadap kiblat pada perjalanan yang dibolehkan, termasuk perjalanan pendek dalam pembahasan mazhab. Ini bukan syarat jarak qasar fardu yang akan dibahas tersendiri. Jenis salat harus diperhatikan: kebolehan sunah di perjalanan tidak otomatis diterapkan pada fardu dengan semua cara yang sama.

Arah perjalanan dan bentuk kendaraan

Syarah membahas penyesuaian arah tujuan, orang berkendara, dan yang berjalan, beserta bagian yang masih perlu menghadap menurut kemampuan. Karena kondisi kendaraan berbeda, jangan mengambil satu kalimat untuk menyimpulkan setiap salat di semua kendaraan bebas dari kiblat. Rukun dan kemampuan tetap dibaca sesuai keadaan konkret.

Berpindah ke percakapan yang membatalkan

Akhir bait membuka syarat menjaga salat dari percakapan biasa yang disengaja. Ukuran ucapan dilanjutkan pada 308 dan maksud lafaz zikir pada 309–310. Urutan ini membantu membedakan suara batuk yang tidak tertahan, bacaan ibadah, dan ucapan kepada manusia. Tidak setiap bunyi dari mulut otomatis mempunyai akibat yang sama.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 85. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

أو نافلات سفر وإن قصر

أو menghubungkan pengecualian kiblat; نافلات سفر jenis salat, وإن قصر menyebut perjalanan pendek.

وتركه عمدا كلاما للبشر

ترك masdar bagian syarat; كلاما objek maknawi dan عمدا keadaan sengaja, dengan للبشر menjelaskan jenis ucapan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

نافلات

Akar
ن ف ل
Pola / bentuk
Jamak muannats salim نافلة

Salat-salat sunah.

قصر

Akar
ق ص ر
Pola / bentuk
فَعُلَ

Madhi قصر, pendek dalam konteks perjalanan.

Hubungan bait

Awalnya melengkapi kiblat pada 306, akhirnya membuka larangan ucapan 308–312.

Intisari & faedah
  1. Jarak perjalanan untuk keringanan sunah dibedakan dari jarak qasar.
  2. Bunyi, bacaan ibadah, dan percakapan sengaja tidak disamakan begitu saja.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar menyangka setiap perjalanan pendek membolehkan qasar karena membaca bait ini.

Cara memahami

Ia membedakan keringanan sunah terkait kiblat dari pemendekan fardu.

Batas penerapan

Kendaraan dan kemampuan menghadap tetap mempunyai rincian.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih al-Bukhari 1000

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي في السفر على راحلته حيث توجهت به يومئ إيماء صلاة الليل إلا الفرائض

Inti makna

Nabi mengerjakan salat sunah malam dalam perjalanan di atas kendaraan sesuai arahnya dengan isyarat; salat fardu dikecualikan dalam riwayat ini.

Kaitan dengan bait

Riwayat membedakan sunah di atas kendaraan dari salat fardu.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah perjalanan pendek pada bait ini otomatis membolehkan qasar fardu?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Yang dibahas ialah sunah perjalanan dan kiblat; qasar mempunyai syarat lain.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

أو نافلات سفر

atau salat sunah perjalanan

وإن قصر

meskipun dekat

وتركه عمدا

dan meninggalkannya secara sengaja

كلاما للبشر

percakapan manusia

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

أو نافِلاتِ سَفَرٍ وإنْ قَصَرْ

Buka penggal 2

وتَرْكُهُ عَمدَاً كَلامَاً للبَشَرْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 307 — Sunah perjalanan dan awal pembahasan ucapanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan