Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 309
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ucapan, gerakan, dan pembatal salat · Bait 309 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
أو ذكر أو قراءة
atau zikir maupun bacaan
تجردا للفهم
yang semata-mata untuk memberi pemahaman
أو لم ينو شيئا أبدا
atau tidak meniatkan sesuatu sama sekali
Terjemahan bait 309

Atau zikir maupun bacaan yang semata-mata dimaksudkan memberi pemahaman kepada orang lain, atau tanpa maksud ibadah dalam konteks itu.

Syarah · keterangan lengkap

Lafaz yang sama dapat mempunyai maksud berbeda

Seseorang dapat mengucapkan lafaz yang terdapat dalam Al-Qur’an atau zikir untuk ibadah, atau hanya untuk menjawab orang lain. Syarah membedakan maksud itu ketika lafaz dipakai sebagai sarana percakapan. Jangan menganggap semua ucapan otomatis menjadi bacaan salat hanya karena kata-katanya pernah terdapat dalam ayat.

Konteks penjelasan bukan tuntutan niat setiap kata

Pembahasan tidak berarti orang harus memperbarui niat khusus pada setiap lafaz rutin salat. Yang dinilai ialah ucapan yang dalam konteksnya diarahkan untuk berkomunikasi kepada orang lain. Jika maksud zikir atau bacaan tetap hadir sesuai ketentuan, ia dibedakan dari ucapan yang semata-mata percakapan.

Cara mengingatkan telah disediakan

Bait 315 nanti menjelaskan tasbih sebagai cara mengingatkan dalam salat. Pelajar menghubungkannya dengan maksud ibadah agar tidak mengubah zikir menjadi percakapan bebas. Pembahasan niat di sini membantu menjaga batas, bukan menumbuhkan keraguan sesudah setiap ucapan. Contoh langsung menjawab orang bersin dan salam diteruskan pada 310.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 86. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

أو ذكر أو قراءة تجردا للفهم

ذكر أو قراءة dihubungkan dengan bentuk ucapan sebelumnya; تجردا للفهم membatasi pada maksud memberi pemahaman semata.

أو لم ينو شيئا أبدا

لم ينو menafikan maksud yang diperhitungkan dalam konteks ucapan tersebut; شيئا objek, أبدا penegas.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تجردا

Akar
ج ر د
Pola / bentuk
تَفَعَّلَ dengan alif rima

Dari تجرّد, hanya tersisa satu maksud tanpa maksud ibadah yang membedakan.

ينو

Akar
ن و ي
Pola / bentuk
يَفْعِلْ dengan jazm

Dari نوى ينوي; setelah لم huruf akhir dihilangkan.

Hubungan bait

Memperinci maksud ucapan pada 307–308 dan terkait cara mengingatkan pada 315.

Intisari & faedah
  1. Konteks dan maksud dapat membedakan zikir dari percakapan.
  2. Tidak dituntut membuat niat baru pada setiap kata bacaan rutin salat.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang memakai potongan ayat semata-mata sebagai jawaban percakapan kepada temannya.

Cara memahami

Ia memahami bahwa asal lafaz Al-Qur’an tidak otomatis mengubah percakapan menjadi bacaan ibadah.

Batas penerapan

Pembahasan ini tidak digunakan untuk memeriksa ulang setiap kata karena waswas.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih Muslim 537a

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

إن هذه الصلاة لا يصلح فيها شيء من كلام الناس إنما هو التسبيح والتكبير وقراءة القرآن

Inti makna

Salat berisi tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an; percakapan manusia biasa tidak sesuai di dalamnya.

Kaitan dengan bait

Dasar pembedaan percakapan manusia dari tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an dalam salat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah kata yang berasal dari ayat selalu bebas dipakai sebagai percakapan saat salat?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Maksud dan konteks pemakaiannya perlu dibedakan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

أو ذكر أو قراءة

atau zikir maupun bacaan

تجردا للفهم

yang semata-mata untuk memberi pemahaman

أو لم ينو شيئا أبدا

atau tidak meniatkan sesuatu sama sekali

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

أو ذِكْرٍ أو قراءةٍ تَجَرَّدَا

Buka penggal 2

للفَهْمِ أو لم يَنْوِ شيئاً أَبَدَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 309 — Lafaz zikir yang hanya dimaksudkan untuk berbicaraNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan