Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 31
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mengenal Allah dan sifat-Nya · Bait 31 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
يكتب
ia ditulis
في اللوح
pada papan atau lembaran
وباللسان
dan dengan lisan
يقرا
ia dibaca
كما يحفظ
sebagaimana ia dihafal
بالأذهان
dalam pikiran
Terjemahan bait 31

Ia ditulis pada lembaran, dibaca dengan lisan, sebagaimana dihafal dalam pikiran.

Syarah · keterangan lengkap

Melanjutkan pembahasan kalam

Kata ganti pada bait ini dipahami melalui pembicaraan tentang kalam Allah, khususnya Al-Qur’an. Pengarang mengingatkan bentuk hubungan manusia dengannya: tulisan dalam mushaf, bacaan lisan, dan hafalan. Kata lauh pada konteks ini dapat menunjuk media tulis atau papan; jangan langsung menganggap setiap penyebutan lauh mesti berarti Lauh Mahfuz.

Satu rujukan, beberapa cara hadir

Ketika dikatakan Al-Qur’an tertulis, terbaca, dan terhafal, yang dimaksud bukan zat Allah berpindah ke kertas, lidah, atau ingatan. Dalam penjelasan ilmu kalam, tanda tulisan, lafaz bacaan, dan pemahaman manusia dibedakan dari sifat Allah. Seorang pembaca bersuara dengan suara makhluk; ini tidak mengubah pengakuan bahwa yang ia baca adalah Al-Qur’an, kalam Allah.

Implikasi adab

Pembedaan tersebut tidak menghilangkan kehormatan mushaf atau adab membaca Al-Qur’an. Media tulis diperlakukan dengan hormat karena memuat wahyu, bukan karena bahan kertasnya azali. Pelajar sebaiknya belajar membaca dengan benar, menjaga hafalan, dan memahami petunjuknya. Dalam aplikasi ini, pembahasan dibatasi pada maksud bait; rincian hukum menyentuh mushaf, perangkat digital, atau membaca dalam keadaan berhadas memerlukan bab khusus dan tidak boleh disimpulkan hanya dari kesamaan bentuk tulisan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 13. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

يكتب في اللوح وباللسان

يُكتبُ fi‘il mudhari‘ pasif; na’ib fa‘il tersirat kembali kepada Al-Qur’an yang dibicarakan. في اللوح melengkapi penulisan. وباللسان sudah mengawali keterangan untuk يُقرأ pada penggal berikutnya, bukan alat untuk menulis.

يقرا كما يحفظ بالأذهان

يُقرأُ dan يُحفظُ fi‘il pasif. كما menghubungkan perbandingan cara penuturan; بالأذهان melengkapi حفظ. Ejaan يقرا pada matan meringankan penulisan hamzah; bentuk prosa lazim ialah يُقْرَأُ.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يكتب

Akar
ك ت ب
Pola / bentuk
يُفْعَلُ

Mudhari‘ pasif dari كتب; yang menjadi perhatian adalah sesuatu yang ditulis, bukan penulisnya.

الأذهان

Akar
ذ ه ن
Pola / bentuk
أَفْعَال

Jamak taksir dari ذهن, pikiran atau daya pemahaman dan ingatan.

Hubungan bait

Bait 30 membahas sifat kalam. Di sini pengarang beralih kepada penulisan, pembacaan, dan hafalan; باللسان harus disambungkan dengan يُقرأ, meskipun berbeda penggal.

Intisari & faedah
  1. Al-Qur’an dapat ditulis, dibaca, dan dihafal.
  2. Batas penggal nazam tidak selalu sama dengan batas hubungan nahwu.
Contoh penerapan

Keadaan

Pembaca menerjemahkan باللسان sebagai menulis dengan lidah karena berhenti di akhir penggal.

Cara memahami

Ia menyambungkannya dengan يُقرأ pada baris berikut: dibaca dengan lisan.

Batas penerapan

Tentukan hubungan kata dahulu sebelum membuat terjemahan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Ankaboot 29:49

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

بَلْ هُوَ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌۭ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ

Inti makna

Al-Qur’an merupakan ayat-ayat yang jelas dalam dada orang yang diberi ilmu; penolakan terhadap ayat Allah merupakan kezaliman.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut ayat-ayat yang jelas dalam dada orang yang diberi ilmu; menguatkan pembahasan hafalan wahyu.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Dengan kata kerja apa باللسان sebaiknya dihubungkan?

Lihat pembahasan jawaban

Dengan يُقرأ pada penggal kedua: Al-Qur’an dibaca dengan lisan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

يكتب

ia ditulis

في اللوح

pada papan atau lembaran

وباللسان

dan dengan lisan

يقرا

ia dibaca

كما يحفظ

sebagaimana ia dihafal

بالأذهان

dalam pikiran

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

يُكْتَبُ في الَّلوحِ وباللسانِ

Buka penggal 2

يُقْرَا كما يُحْفَظُ بالأذهانِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 31 — Al-Qur’an ditulis, dibaca, dan dihafalNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan