Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Ucapan, gerakan, dan pembatal salat · Bait 310 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- أو خاطب العاطس
- atau menyapa orang yang bersin
- بالترحم
- dengan doa rahmat
- أو رد تسليما
- atau membalas salam
- على المسلم
- kepada orang yang memberi salam
Terjemahan bait 310
Atau menyapa orang bersin dengan doa rahmat, atau membalas salam orang yang memberi salam.
Syarah · keterangan lengkap
Ucapan baik tetap mempunyai tempat
Mendoakan orang bersin dan membalas salam adalah kebaikan dalam keadaan biasa, tetapi saat salat ucapan kepada manusia mempunyai ketentuan khusus. Matan memberi contoh agar pembaca tidak menyangka niat sopan santun saja membuat semua percakapan dapat dimasukkan ke dalam salat.
Riwayat pengajaran yang lembut
Riwayat Mu‘awiyah bin al-Hakam menceritakan orang yang berbicara dalam salat lalu diajari bahwa salat berisi tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an. Cara belajar dari riwayat ini juga penting: orang yang belum mengetahui dibimbing dengan jelas. Pembahasan kesengajaan, ketidaktahuan yang diperhitungkan, dan banyaknya ucapan tidak dipukul rata tanpa syarah.
Menunda jawaban lisan
Orang yang sedang salat tidak membalas dengan percakapan biasa sebagaimana ketika di luar salat. Isyarat dan jawaban sesudah selesai mempunyai perincian, sehingga tidak perlu memutus ibadah hanya untuk membalas sapaan. Orang di sekitar pun dapat membantu dengan mengenali bahwa pelaku sedang salat dan tidak mengajaknya berbicara tanpa kebutuhan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 86. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
أو خاطب العاطس بالترحم
خاطب fi‘il, العاطس objek, بالترحم menerangkan ucapan doa kepada orang bersin.
أو رد تسليما على المسلم
رد fi‘il, تسليما objek; المسلم di sini dibaca المُسَلِّم, orang yang memberi salam.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Contoh konkret melengkapi ucapan 307–309, lalu bunyi yang tidak tertahan dibedakan pada 311.
Intisari & faedah
- Ucapan baik di luar salat tidak selalu boleh disisipkan sebagai percakapan saat salat.
- Al-musallim di sini berarti orang yang memberi salam.
Contoh penerapan
Keadaan
Teman memberi salam ketika seseorang sedang salat.
Cara memahami
Pelaku menjaga ibadah dan tidak langsung menjawab dengan percakapan biasa.
Batas penerapan
Cara isyarat dan jawaban setelah selesai dipahami melalui ketentuannya.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Sahih Muslim 537a
Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.
Baca petikan Arab
إن هذه الصلاة لا يصلح فيها شيء من كلام الناس إنما هو التسبيح والتكبير وقراءة القرآن
Inti makna
Salat berisi tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an; percakapan manusia biasa tidak sesuai di dalamnya.
Kaitan dengan bait
Riwayat langsung membahas mendoakan orang bersin dalam salat dan pengajaran Nabi sesudahnya.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa arti al-musallim pada akhir bait ini?
Lihat pembahasan jawaban
Orang yang mengucapkan salam.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
أو خاطب العاطس
atau menyapa orang yang bersin
بالترحم
dengan doa rahmat
أو رد تسليما
atau membalas salam
على المسلم
kepada orang yang memberi salam
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
أو خاطَبَ العاطِسَ بالتَّرَحُّمِ
Buka penggal 2
أو رَدَّ تسليماً على المُسَلِّمِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 310 — Menjawab orang bersin dan salamNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.