Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 311
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ucapan, gerakan, dan pembatal salat · Bait 311 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
لا بسعال أو تنحنح غلب
tidak karena batuk atau berdeham yang menguasai
أو دون ذين
atau tanpa keduanya
لم يطق
ia tidak mampu
ذكرا وجب
membaca zikir yang wajib
Terjemahan bait 311

Tidak karena batuk atau berdeham yang menguasai; atau tanpa keduanya; ia tidak mampu; membaca zikir yang wajib.

Syarah · keterangan lengkap

Suara yang tidak disengaja

Batuk atau berdeham yang tidak dapat ditahan dibedakan dari ucapan manusia yang sengaja dibuat. Syarah tetap merinci banyaknya suara menurut kebiasaan; jangan menyimpulkan semua suara involunter selalu membatalkan atau selalu dimaafkan tanpa batas.

Untuk bacaan wajib

Berdeham diperlukan apabila bacaan wajib tidak dapat keluar tanpanya. Kebutuhan ini berbeda dari sekadar memperindah suara atau mempersiapkan bacaan sunah. Ukuran yang diperhatikan ialah keperluan nyata, bukan mengulang-ulang pemeriksaan tenggorokan.

Penerapan

Orang yang sesekali terbatuk tidak perlu langsung menghentikan salat. Ia melanjutkan setelah mampu. Keadaan batuk terus-menerus dengan kesulitan berat perlu dibahas menurut rincian uzur, bukan disamakan dengan percakapan sengaja.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 86. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لا بسعال

لا menafikan pembatalan dalam pengecualian; بسعال menjelaskan sebab suara.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

سعال

Akar
س ع ل
Pola / bentuk
فُعَال

Masdar yang berarti batuk.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan ucapan, gerakan, dan pembatal salat. Baca bersama bait 310 dan 312 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Batuk atau berdeham yang tidak dapat ditahan dibedakan dari ucapan manusia yang sengaja dibuat.
  2. Berdeham diperlukan apabila bacaan wajib tidak dapat keluar tanpanya.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang yang sesekali terbatuk tidak perlu langsung menghentikan salat.

Cara memahami

Ia melanjutkan setelah mampu. Keadaan batuk terus-menerus dengan kesulitan berat perlu dibahas menurut rincian uzur, bukan disamakan dengan percakapan sengaja.

Batas penerapan

Berdeham diperlukan apabila bacaan wajib tidak dapat keluar tanpanya. Kebutuhan ini berbeda dari sekadar memperindah suara atau mempersiapkan bacaan sunah. Ukuran yang diperhatikan ialah keperluan nyata, bukan mengulang-ulang pemeriksaan tenggorokan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih Muslim 537a

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

إن هذه الصلاة لا يصلح فيها شيء من كلام الناس إنما هو التسبيح والتكبير وقراءة القرآن

Inti makna

Salat berisi tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an; percakapan manusia biasa tidak sesuai di dalamnya.

Kaitan dengan bait

Hadis membedakan percakapan manusia dari zikir salat. Rincian gerakan, uzur, dan adab pada bait ini dijelaskan Ghayat al-Bayan, bukan semuanya termuat dalam petikan hadis.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 311: batuk dan berdeham yang tidak tertahan.

Lihat pembahasan jawaban

Batuk atau berdeham yang tidak dapat ditahan dibedakan dari ucapan manusia yang sengaja dibuat. Syarah tetap merinci banyaknya suara menurut kebiasaan; jangan menyimpulkan semua suara involunter selalu membatalkan atau selalu dimaafkan tanpa batas. Berdeham diperlukan apabila bacaan wajib tidak dapat keluar tanpanya. Kebutuhan ini berbeda dari sekadar memperindah suara atau mempersiapkan bacaan sunah. Ukuran yang diperhatikan ialah keperluan nyata, bukan mengulang-ulang pemeriksaan tenggorokan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

لا بسعال أو تنحنح غلب

tidak karena batuk atau berdeham yang menguasai

أو دون ذين

atau tanpa keduanya

لم يطق

ia tidak mampu

ذكرا وجب

membaca zikir yang wajib

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

لا بِسُعالٍ أو تَنَحْنُحٍ غَلَبْ

Buka penggal 2

أو دُون ذَيْنِ لم يُطِقْ ذِكْرَا وَجَبْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 311 — Batuk dan berdeham yang tidak tertahanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan