Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Ucapan, gerakan, dan pembatal salat · Bait 312 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وإن تنحنح الإمام
- dan jika imam berdeham
- فبدا حرفان
- lalu tampak dua huruf
- فالأولى
- maka yang lebih utama
- دوام الاقتدا
- terus bermakmum
Terjemahan bait 312
Dan jika imam berdeham; lalu tampak dua huruf; maka yang lebih utama; terus bermakmum.
Syarah · keterangan lengkap
Tidak tergesa memutus jamaah
Terdengarnya dua huruf dari deham imam belum membuktikan ia sengaja mengucapkan perkataan yang membatalkan. Ada kemungkinan kebutuhan bacaan atau suara yang tidak tertahan sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
Dasar tetap mengikuti
Syarah mendahulukan keberlanjutan bermakmum karena keadaan imam dapat mempunyai alasan yang sah. Ini penerapan penilaian berdasarkan yang diketahui, bukan penyelidikan niat orang lain melalui dugaan atau bunyi yang samar.
Batasnya
Makmum tetap mengikuti ketika hanya mendengar deham yang mungkin beruzur. Jika benar-benar mengetahui pembatal yang jelas, persoalannya berbeda; anjuran melanjutkan tidak menghapus ketentuan sahnya salat imam.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 86. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وإن تنحنح الإمام
إن syarat; تنحنح fi‘il madhi dalam susunan syarat; الإمام pelakunya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan ucapan, gerakan, dan pembatal salat. Baca bersama bait 311 dan 313 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Terdengarnya dua huruf dari deham imam belum membuktikan ia sengaja mengucapkan perkataan yang membatalkan.
- Syarah mendahulukan keberlanjutan bermakmum karena keadaan imam dapat mempunyai alasan yang sah.
Contoh penerapan
Keadaan
Makmum tetap mengikuti ketika hanya mendengar deham yang mungkin beruzur.
Cara memahami
Jika benar-benar mengetahui pembatal yang jelas, persoalannya berbeda; anjuran melanjutkan tidak menghapus ketentuan sahnya salat imam.
Batas penerapan
Syarah mendahulukan keberlanjutan bermakmum karena keadaan imam dapat mempunyai alasan yang sah. Ini penerapan penilaian berdasarkan yang diketahui, bukan penyelidikan niat orang lain melalui dugaan atau bunyi yang samar.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Sahih Muslim 537a
Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.
Baca petikan Arab
إن هذه الصلاة لا يصلح فيها شيء من كلام الناس إنما هو التسبيح والتكبير وقراءة القرآن
Inti makna
Salat berisi tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an; percakapan manusia biasa tidak sesuai di dalamnya.
Kaitan dengan bait
Hadis membedakan percakapan manusia dari zikir salat. Rincian gerakan, uzur, dan adab pada bait ini dijelaskan Ghayat al-Bayan, bukan semuanya termuat dalam petikan hadis.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 312: berdehamnya imam dan keberlanjutan jamaah.
Lihat pembahasan jawaban
Terdengarnya dua huruf dari deham imam belum membuktikan ia sengaja mengucapkan perkataan yang membatalkan. Ada kemungkinan kebutuhan bacaan atau suara yang tidak tertahan sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Syarah mendahulukan keberlanjutan bermakmum karena keadaan imam dapat mempunyai alasan yang sah. Ini penerapan penilaian berdasarkan yang diketahui, bukan penyelidikan niat orang lain melalui dugaan atau bunyi yang samar.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وإن تنحنح الإمام
dan jika imam berdeham
فبدا حرفان
lalu tampak dua huruf
فالأولى
maka yang lebih utama
دوام الاقتدا
terus bermakmum
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وإن تَنَحْنَحَ الإمامُ فَبَدَا
Buka penggal 2
حَرْفَانِ فالأَوْلَى دوامُ الاقْتِدَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 312 — Berdehamnya imam dan keberlanjutan jamaahNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.