Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 325
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sujud sahwi dan perbaikan rukun · Bait 325 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وكل ركن
dan setiap rukun
قد تركت ساهيا
yang telah engkau tinggalkan karena lupa
ما بعده لغو
yang sesudahnya tidak terhitung
إلى أن تأتيا
sampai engkau mendatangkan
Terjemahan bait 325

Dan setiap rukun; yang telah engkau tinggalkan karena lupa; yang sesudahnya tidak terhitung; sampai engkau mendatangkan.

Syarah · keterangan lengkap

Rukun tidak diganti sahwi

Jika rukun tertinggal, tindakan sesudahnya yang bergantung pada urutan belum dihitung pada tempatnya. Orang perlu memenuhi rukun yang hilang sesuai tata perbaikannya; tambahan sujud sahwi saja tidak cukup.

Kalimat berlanjut

Frasa sampai engkau mendatangkan diselesaikan pada 326: rukun sejenis pada rakaat berikut dapat menempati bagian yang hilang. Ketika sudah ingat sebelumnya, perbaikan dilakukan sesuai titik yang harus dipenuhi.

Penerapan

Lupa satu sujud berbeda dari lupa tasyahud awal. Yang pertama menyangkut rukun dan urutan, sedangkan yang kedua ab‘adh. Pastikan kekurangan yang nyata; keraguan berulang tanpa dasar tidak dijadikan kebiasaan mengulang salat.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 90. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ما بعده لغو

ما dengan keterangan بعده menjadi pokok kalimat; لغو khabar, tidak diperhitungkan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

ساهيا

Akar
س ه و
Pola / bentuk
فَاعِل dengan i‘lal

Isim fa‘il سها, dalam keadaan lupa.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan sujud sahwi dan perbaikan rukun. Baca bersama bait 324 dan 326 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Jika rukun tertinggal, tindakan sesudahnya yang bergantung pada urutan belum dihitung pada tempatnya.
  2. Frasa sampai engkau mendatangkan diselesaikan pada 326: rukun sejenis pada rakaat berikut dapat menempati bagian yang hilang.
Contoh penerapan

Keadaan

Lupa satu sujud berbeda dari lupa tasyahud awal.

Cara memahami

Yang pertama menyangkut rukun dan urutan, sedangkan yang kedua ab‘adh. Pastikan kekurangan yang nyata; keraguan berulang tanpa dasar tidak dijadikan kebiasaan mengulang salat.

Batas penerapan

Frasa sampai engkau mendatangkan diselesaikan pada 326: rukun sejenis pada rakaat berikut dapat menempati bagian yang hilang. Ketika sudah ingat sebelumnya, perbaikan dilakukan sesuai titik yang harus dipenuhi.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih Muslim 571a

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

فليطرح الشك وليبن على ما استيقن ثم يسجد سجدتين قبل أن يسلم

Inti makna

Ketika ragu hitungan salat, ambil yang diyakini dan lakukan dua sujud sebelum salam menurut petikan riwayat.

Kaitan dengan bait

Hadis menjadi dasar membangun hitungan atas keyakinan dan sujud sahwi. Rincian ab‘adh, rukun yang hilang, serta hubungan imam-makmum dijelaskan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 325: urutan setelah rukun yang terlupa.

Lihat pembahasan jawaban

Jika rukun tertinggal, tindakan sesudahnya yang bergantung pada urutan belum dihitung pada tempatnya. Orang perlu memenuhi rukun yang hilang sesuai tata perbaikannya; tambahan sujud sahwi saja tidak cukup. Frasa sampai engkau mendatangkan diselesaikan pada 326: rukun sejenis pada rakaat berikut dapat menempati bagian yang hilang. Ketika sudah ingat sebelumnya, perbaikan dilakukan sesuai titik yang harus dipenuhi.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وكل ركن

dan setiap rukun

قد تركت ساهيا

yang telah engkau tinggalkan karena lupa

ما بعده لغو

yang sesudahnya tidak terhitung

إلى أن تأتيا

sampai engkau mendatangkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وكُلُّ رُكنٍ قد تَرَكتَ ساهِيَا

Buka penggal 2

ما بَعدَهُ لَغْوٌ إلى أَنْ تَأْتِيَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 325 — Urutan setelah rukun yang terlupaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan