Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 327
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sujud sahwi dan perbaikan rukun · Bait 327 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ومن نسي
dan siapa yang lupa
التشهد المقدما
tasyahud yang awal
وعاد بعد الانتصاب
dan kembali setelah berdiri tegak
حرما
terlarang
Terjemahan bait 327

Dan siapa yang lupa; tasyahud yang awal; dan kembali setelah berdiri tegak; terlarang.

Syarah · keterangan lengkap

Tidak kembali dari rukun ke sunah

Orang yang telah berdiri tegak setelah melupakan tasyahud awal tidak kembali duduk untuk mengejarnya. Ia sudah memasuki rukun berdiri, sedangkan tasyahud awal termasuk ab‘adh.

Cara melanjutkan

Lanjutkan rangkaian salat, kemudian gunakan ketentuan sujud sahwi pada tempatnya. Keinginan memperbaiki sunah tidak dilakukan dengan meninggalkan rukun yang sedang dijalankan secara bertentangan dengan aturan.

Batas pembahasan

Bait berikut membedakan orang sengaja dan tahu hukum dari yang lupa atau belum tahu. Makmum yang berdiri mendahului imam juga mempunyai ketentuan khusus, sehingga larangan ini tidak dipukulratakan tanpa melihat posisinya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 90. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ومن نسي

من isim syarat; نسي fi‘il dalam rangkaian syarat.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الانتصاب

Akar
ن ص ب
Pola / bentuk
اِفْتِعَال

Masdar انتصب, berdiri tegak.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan sujud sahwi dan perbaikan rukun. Baca bersama bait 326 dan 328 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Orang yang telah berdiri tegak setelah melupakan tasyahud awal tidak kembali duduk untuk mengejarnya.
  2. Lanjutkan rangkaian salat, kemudian gunakan ketentuan sujud sahwi pada tempatnya.
Contoh penerapan

Keadaan

Bait berikut membedakan orang sengaja dan tahu hukum dari yang lupa atau belum tahu.

Cara memahami

Makmum yang berdiri mendahului imam juga mempunyai ketentuan khusus, sehingga larangan ini tidak dipukulratakan tanpa melihat posisinya.

Batas penerapan

Lanjutkan rangkaian salat, kemudian gunakan ketentuan sujud sahwi pada tempatnya. Keinginan memperbaiki sunah tidak dilakukan dengan meninggalkan rukun yang sedang dijalankan secara bertentangan dengan aturan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih Muslim 571a

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

فليطرح الشك وليبن على ما استيقن ثم يسجد سجدتين قبل أن يسلم

Inti makna

Ketika ragu hitungan salat, ambil yang diyakini dan lakukan dua sujud sebelum salam menurut petikan riwayat.

Kaitan dengan bait

Hadis menjadi dasar membangun hitungan atas keyakinan dan sujud sahwi. Rincian ab‘adh, rukun yang hilang, serta hubungan imam-makmum dijelaskan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 327: lupa tasyahud awal setelah berdiri tegak.

Lihat pembahasan jawaban

Orang yang telah berdiri tegak setelah melupakan tasyahud awal tidak kembali duduk untuk mengejarnya. Ia sudah memasuki rukun berdiri, sedangkan tasyahud awal termasuk ab‘adh. Lanjutkan rangkaian salat, kemudian gunakan ketentuan sujud sahwi pada tempatnya. Keinginan memperbaiki sunah tidak dilakukan dengan meninggalkan rukun yang sedang dijalankan secara bertentangan dengan aturan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ومن نسي

dan siapa yang lupa

التشهد المقدما

tasyahud yang awal

وعاد بعد الانتصاب

dan kembali setelah berdiri tegak

حرما

terlarang

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ومَنْ نَسِي التَّشَهُّدَ المُقَدَّمَا

Buka penggal 2

وعَادَ بَعدَ الانتِصَابِ حَرُمَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 327 — Lupa tasyahud awal setelah berdiri tegakNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan