Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sujud sahwi dan perbaikan rukun · Bait 329 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- لكن على المأموم حتما
- tetapi atas makmum secara wajib
- يرجع
- kembali
- إلى الجلوس
- ke duduk
- للإمام يتبع
- mengikuti imam
Terjemahan bait 329
Tetapi atas makmum secara wajib; kembali; ke duduk; mengikuti imam.
Syarah · keterangan lengkap
Pengecualian posisi makmum
Makmum yang bangkit sendiri sementara imam masih duduk tasyahud perlu kembali mengikuti imam. Kewajiban mengikuti imam menjelaskan mengapa kasus ini berbeda dari orang salat sendiri yang telah berdiri tegak.
Bukan mengikuti kesalahan yang pasti
Pembahasan ini tentang duduk imam yang memang berada pada tempatnya. Mengikuti imam tidak berarti mengikuti tambahan rakaat yang diketahui pasti keliru atau tindakan lain yang jelas membatalkan.
Penerapan
Makmum terburu-buru berdiri setelah dua rakaat sementara imam masih tasyahud. Ia kembali duduk agar urutan jamaah terjaga. Bandingkan dengan orang sendirian pada 327 sebelum menerapkan satu aturan kepada semua keadaan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 90. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
على المأموم
على dengan isim majrur menyatakan beban kewajiban pada makmum.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan sujud sahwi dan perbaikan rukun. Baca bersama bait 328 dan 330 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Makmum yang bangkit sendiri sementara imam masih duduk tasyahud perlu kembali mengikuti imam.
- Pembahasan ini tentang duduk imam yang memang berada pada tempatnya.
Contoh penerapan
Keadaan
Makmum terburu-buru berdiri setelah dua rakaat sementara imam masih tasyahud.
Cara memahami
Ia kembali duduk agar urutan jamaah terjaga. Bandingkan dengan orang sendirian pada 327 sebelum menerapkan satu aturan kepada semua keadaan.
Batas penerapan
Pembahasan ini tentang duduk imam yang memang berada pada tempatnya. Mengikuti imam tidak berarti mengikuti tambahan rakaat yang diketahui pasti keliru atau tindakan lain yang jelas membatalkan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Sahih Muslim 571a
Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.
Baca petikan Arab
فليطرح الشك وليبن على ما استيقن ثم يسجد سجدتين قبل أن يسلم
Inti makna
Ketika ragu hitungan salat, ambil yang diyakini dan lakukan dua sujud sebelum salam menurut petikan riwayat.
Kaitan dengan bait
Hadis menjadi dasar membangun hitungan atas keyakinan dan sujud sahwi. Rincian ab‘adh, rukun yang hilang, serta hubungan imam-makmum dijelaskan syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 329: makmum kembali mengikuti imam.
Lihat pembahasan jawaban
Makmum yang bangkit sendiri sementara imam masih duduk tasyahud perlu kembali mengikuti imam. Kewajiban mengikuti imam menjelaskan mengapa kasus ini berbeda dari orang salat sendiri yang telah berdiri tegak. Pembahasan ini tentang duduk imam yang memang berada pada tempatnya. Mengikuti imam tidak berarti mengikuti tambahan rakaat yang diketahui pasti keliru atau tindakan lain yang jelas membatalkan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
لكن على المأموم حتما
tetapi atas makmum secara wajib
يرجع
kembali
إلى الجلوس
ke duduk
للإمام يتبع
mengikuti imam
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
لكِنْ على المأمومِ حَتمَاً يَرْجِعُ
Buka penggal 2
إلى الجُلُوسِ للإِمامِ يَتْبَعُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 329 — Makmum kembali mengikuti imamNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.