Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 33
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Nabi, sahabat, imam, dan wali · Bait 33 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وخص
dan Dia mengkhususkan
من بينهم محمدًا
Muhammad di antara mereka
فليس بعده نبي
maka tidak ada nabi sesudah beliau
أبدا
selama-lamanya
Terjemahan bait 33

Dia mengkhususkan Muhammad di antara mereka; maka tidak ada nabi sesudah beliau selama-lamanya.

Syarah · keterangan lengkap

Pengkhususan risalah

Kata khashsha menunjukkan adanya keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad. Salah satunya disebut langsung: penutupan kenabian. Al-Qur’an surah al-Ahzab ayat 40 menyebut beliau khatam an-nabiyyin. Pengarang menegaskan bahwa risalah yang beliau bawa menjadi pegangan umat sesudahnya, bukan tahap yang menunggu nabi baru.

Nabi, ulama, dan pembaru

Berakhirnya kenabian tidak berarti berakhirnya kegiatan belajar, penafsiran ilmiah, atau pembaruan cara menyampaikan agama. Ulama menjelaskan dan menerapkan tuntunan dengan metode yang sah, tetapi tidak menerima kedudukan sebagai nabi. Seseorang yang memberi nasihat bermanfaat juga tidak otomatis memiliki wahyu kenabian. Pembedaan ini menjaga penghormatan kepada guru tanpa menaikkan derajatnya melewati batas.

Batas pemahaman

Keyakinan tentang turunnya Nabi Isa pada akhir zaman dalam ajaran Islam tidak berarti munculnya nabi baru setelah Muhammad: Isa telah diutus sebelumnya. Rincian peristiwa akhir zaman memerlukan dalil tersendiri. Dalam praktik, setiap klaim kenabian baru bertentangan dengan pokok yang ditegaskan bait ini. Namun, pembahasan akidah tidak membolehkan tindakan kekerasan kepada orang yang berbeda keyakinan; respons sosial tetap harus menjaga keadilan, adab, dan ketentuan yang berlaku.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 13. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وخص من بينهم محمدا

خصَّ fi‘il madhi dengan pelaku Allah yang tersirat. محمداً objeknya. من بينهم menerangkan pemilihan di antara para rasul; هم kembali kepada رسله pada bait 32.

فليس بعده نبي أبدا

ليس fi‘il naqish. بعدَه keterangan yang menjadi khabar didahulukan; نبيٌّ isim ليس yang diakhirkan. أبداً zharaf untuk menegaskan tidak adanya nabi setelah beliau.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

خص

Akar
خ ص ص
Pola / bentuk
فَعَلَ dengan idgham

Asalnya termasuk kata dengan dua huruf akhir sejenis; digabung menjadi خصّ, berarti mengkhususkan.

محمدا

Akar
ح م د
Pola / bentuk
مُفَعَّل

Nama Nabi yang secara pembentukan berasal dari isim maf‘ul حمّد: yang banyak dipuji. Sebagai nama, ia menunjuk pribadi beliau.

Hubungan bait

هم kembali kepada para rasul di bait 32. Sesudah penetapan penutup kenabian, bait 34 menerangkan keutamaan dan syafaat beliau.

Intisari & faedah
  1. Muhammad adalah penutup para nabi.
  2. Tidak ada kenabian baru sesudah beliau.
Contoh penerapan

Keadaan

Pembaca menemukan klaim seseorang sebagai nabi baru setelah Muhammad.

Cara memahami

Ia membandingkan klaim itu dengan prinsip ختم النبوة yang diterangkan matan.

Batas penerapan

Pembahasan konsep tidak dijadikan alasan merendahkan atau menyakiti seseorang.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Ahzaab 33:40

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍۢ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۦنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًۭا

Inti makna

Muhammad adalah utusan Allah dan penutup para nabi; Allah mengetahui segala sesuatu.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut Muhammad sebagai Rasul Allah dan penutup para nabi.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Kata ganti هم pada بينهم menunjuk siapa?

Lihat pembahasan jawaban

Para rasul yang disebut dalam رسله pada bait 32.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وخص

dan Dia mengkhususkan

من بينهم محمدًا

Muhammad di antara mereka

فليس بعده نبي

maka tidak ada nabi sesudah beliau

أبدا

selama-lamanya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وَخَصَّ مِن بينِهِم محمَّدا

Buka penggal 2

فليس بَعدَهُ نَبِيٌّ أبَدَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 33 — Nabi Muhammad sebagai penutup para nabiNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan