Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Jamaah, keutamaan, dan uzur · Bait 338 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- والفضل في تكبيرة الإحرام
- dan keutamaan takbiratul ihram
- بالاشتغال عقب الإمام
- dengan segera melakukannya setelah imam
Terjemahan bait 338
Dan keutamaan takbiratul ihram; dengan segera melakukannya setelah imam.
Syarah · keterangan lengkap
Hadir sejak pembukaan
Keutamaan takbir pembuka diperoleh dengan hadir saat imam bertakbir lalu segera memulai setelahnya. Datang ketika jamaah sudah berjalan masih dapat memperoleh jamaah, tetapi tidak seluruh keutamaan awalnya.
Mengikuti, bukan mendahului
Makmum tidak memulai sebelum takbir imam selesai. Keinginan mengejar keutamaan tidak mengubah aturan urutan; hubungan bermakmum baru dibangun dengan cara yang sah.
Penerapan
Datang lebih awal membantu menata niat dan kesiapan tanpa terburu-buru. Jika terlambat, masuklah dengan tenang sesuai posisi imam; jangan merusak bacaan takbir karena mengejar gerakan yang sedang berlangsung.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 93. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
عقب الإمام
عقب keterangan waktu yang mudhaf kepada الإمام, setelah imam.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan jamaah, keutamaan, dan uzur. Baca bersama bait 337 dan 339 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Keutamaan takbir pembuka diperoleh dengan hadir saat imam bertakbir lalu segera memulai setelahnya.
- Makmum tidak memulai sebelum takbir imam selesai.
Contoh penerapan
Keadaan
Datang lebih awal membantu menata niat dan kesiapan tanpa terburu-buru.
Cara memahami
Jika terlambat, masuklah dengan tenang sesuai posisi imam; jangan merusak bacaan takbir karena mengejar gerakan yang sedang berlangsung.
Batas penerapan
Makmum tidak memulai sebelum takbir imam selesai. Keinginan mengejar keutamaan tidak mengubah aturan urutan; hubungan bermakmum baru dibangun dengan cara yang sah.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Sahih al-Bukhari 722
Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.
Baca petikan Arab
إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا ركع فاركعوا
Inti makna
Imam ditetapkan untuk diikuti; makmum mengikuti gerakannya, termasuk rukuk setelah imam rukuk.
Kaitan dengan bait
Hadis memerintahkan mengikuti imam. Syarat jamaah, uzur, jarak, dan rincian penilaian makmum mengikuti pembahasan mazhab pada sumber syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 338: mendapat keutamaan takbir pembuka.
Lihat pembahasan jawaban
Keutamaan takbir pembuka diperoleh dengan hadir saat imam bertakbir lalu segera memulai setelahnya. Datang ketika jamaah sudah berjalan masih dapat memperoleh jamaah, tetapi tidak seluruh keutamaan awalnya. Makmum tidak memulai sebelum takbir imam selesai. Keinginan mengejar keutamaan tidak mengubah aturan urutan; hubungan bermakmum baru dibangun dengan cara yang sah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
والفضل في تكبيرة الإحرام
dan keutamaan takbiratul ihram
بالاشتغال عقب الإمام
dengan segera melakukannya setelah imam
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
والفَضْلُ في تكبيرَةِ الإِحرامِ
Buka penggal 2
بالاشتِغَالِ عَقِبَ الإمامِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 338 — Mendapat keutamaan takbir pembukaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.