Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Jamaah, keutamaan, dan uzur · Bait 340 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ومرض
- dan sakit
- وعطش وجوع قد ظهرا
- serta haus dan lapar yang nyata
- أو غلب الهجوع
- atau kantuk yang menguasai
Terjemahan bait 340
Dan sakit; serta haus dan lapar yang nyata; atau kantuk yang menguasai.
Syarah · keterangan lengkap
Kebutuhan yang mengganggu
Sakit dan kebutuhan tubuh yang berat dapat menjadi uzur. Yang dimaksud bukan setiap rasa lapar ringan, tetapi keadaan yang benar-benar menyulitkan atau menghilangkan ketenangan sebagaimana diperinci syarah.
Kantuk yang menguasai
Kantuk berat dibedakan dari kemalasan menghadiri jamaah. Menangani kebutuhan tubuh membantu ibadah dilakukan dengan sadar; namun kelonggaran ini dibaca bersama batas waktu pada bait berikut.
Penerapan
Orang sangat lapar ketika makanan tersedia menilai kebutuhan dan sisa waktu salat. Ia tidak sengaja menciptakan alasan agar terus kehilangan jamaah; tujuan uzur ialah mengangkat kesulitan yang memang terjadi.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 93. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
قد ظهرا
قد menguatkan kejadian; alif pada ظهرا merujuk dua hal, haus dan lapar.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan jamaah, keutamaan, dan uzur. Baca bersama bait 339 dan 341 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Sakit dan kebutuhan tubuh yang berat dapat menjadi uzur.
- Kantuk berat dibedakan dari kemalasan menghadiri jamaah.
Contoh penerapan
Keadaan
Orang sangat lapar ketika makanan tersedia menilai kebutuhan dan sisa waktu salat.
Cara memahami
Ia tidak sengaja menciptakan alasan agar terus kehilangan jamaah; tujuan uzur ialah mengangkat kesulitan yang memang terjadi.
Batas penerapan
Kantuk berat dibedakan dari kemalasan menghadiri jamaah. Menangani kebutuhan tubuh membantu ibadah dilakukan dengan sadar; namun kelonggaran ini dibaca bersama batas waktu pada bait berikut.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Sahih al-Bukhari 722
Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.
Baca petikan Arab
إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا ركع فاركعوا
Inti makna
Imam ditetapkan untuk diikuti; makmum mengikuti gerakannya, termasuk rukuk setelah imam rukuk.
Kaitan dengan bait
Hadis memerintahkan mengikuti imam. Syarat jamaah, uzur, jarak, dan rincian penilaian makmum mengikuti pembahasan mazhab pada sumber syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 340: sakit, lapar, haus, dan kantuk berat.
Lihat pembahasan jawaban
Sakit dan kebutuhan tubuh yang berat dapat menjadi uzur. Yang dimaksud bukan setiap rasa lapar ringan, tetapi keadaan yang benar-benar menyulitkan atau menghilangkan ketenangan sebagaimana diperinci syarah. Kantuk berat dibedakan dari kemalasan menghadiri jamaah. Menangani kebutuhan tubuh membantu ibadah dilakukan dengan sadar; namun kelonggaran ini dibaca bersama batas waktu pada bait berikut.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ومرض
dan sakit
وعطش وجوع قد ظهرا
serta haus dan lapar yang nyata
أو غلب الهجوع
atau kantuk yang menguasai
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ومَرَضٌ وعَطَشٌ وجُوعُ
Buka penggal 2
قَد ظَهَرَا أو غَلَبَ الهُجُوعُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 340 — Sakit, lapar, haus, dan kantuk beratNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.