Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 341
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Jamaah, keutamaan, dan uzur · Bait 341 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
مع اتساع وقتها
dengan kelapangan waktunya
وعري
dan ketiadaan pakaian yang layak
وأكل ذي ريح كريه ني
serta memakan yang berbau tidak sedap dalam keadaan mentah
Terjemahan bait 341

Dengan kelapangan waktunya; dan ketiadaan pakaian yang layak; serta memakan yang berbau tidak sedap dalam keadaan mentah.

Syarah · keterangan lengkap

Batas waktu tetap dijaga

Mendahulukan penanganan lapar atau kantuk berlaku ketika waktu cukup. Jika penundaan mengeluarkan salat dari waktunya, alasan tersebut tidak diterapkan dengan cara yang sama.

Pakaian dan bau

Kitab menyebut ketiadaan pakaian yang layak serta bau makanan seperti bawang mentah yang mengganggu jamaah. Pokoknya menjaga kehormatan dan kenyamanan bersama, bukan merendahkan keadaan ekonomi seseorang.

Penerapan

Hilangkan bau sebelum hadir bila memungkinkan. Memakan makanan berbau dengan sengaja untuk menghindari jamaah tidak sesuai tujuan keringanan; kelanjutan bait menjelaskan keadaan ketika baunya belum bisa dihilangkan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 93. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

مع اتساع وقتها

مع menunjukkan penyertaan syarat keadaan; اتساع mudhaf kepada وقتها.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

اتساع

Akar
و س ع
Pola / bentuk
اِفْتِعَال dengan perubahan waw

Masdar اتسع, menjadi lapang.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan jamaah, keutamaan, dan uzur. Baca bersama bait 340 dan 342 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Mendahulukan penanganan lapar atau kantuk berlaku ketika waktu cukup.
  2. Kitab menyebut ketiadaan pakaian yang layak serta bau makanan seperti bawang mentah yang mengganggu jamaah.
Contoh penerapan

Keadaan

Hilangkan bau sebelum hadir bila memungkinkan.

Cara memahami

Memakan makanan berbau dengan sengaja untuk menghindari jamaah tidak sesuai tujuan keringanan; kelanjutan bait menjelaskan keadaan ketika baunya belum bisa dihilangkan.

Batas penerapan

Kitab menyebut ketiadaan pakaian yang layak serta bau makanan seperti bawang mentah yang mengganggu jamaah. Pokoknya menjaga kehormatan dan kenyamanan bersama, bukan merendahkan keadaan ekonomi seseorang.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih al-Bukhari 722

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا ركع فاركعوا

Inti makna

Imam ditetapkan untuk diikuti; makmum mengikuti gerakannya, termasuk rukuk setelah imam rukuk.

Kaitan dengan bait

Hadis memerintahkan mengikuti imam. Syarat jamaah, uzur, jarak, dan rincian penilaian makmum mengikuti pembahasan mazhab pada sumber syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 341: kelapangan waktu dan bau mengganggu.

Lihat pembahasan jawaban

Mendahulukan penanganan lapar atau kantuk berlaku ketika waktu cukup. Jika penundaan mengeluarkan salat dari waktunya, alasan tersebut tidak diterapkan dengan cara yang sama. Kitab menyebut ketiadaan pakaian yang layak serta bau makanan seperti bawang mentah yang mengganggu jamaah. Pokoknya menjaga kehormatan dan kenyamanan bersama, bukan merendahkan keadaan ekonomi seseorang.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

مع اتساع وقتها

dengan kelapangan waktunya

وعري

dan ketiadaan pakaian yang layak

وأكل ذي ريح كريه ني

serta memakan yang berbau tidak sedap dalam keadaan mentah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

مَعَ اتِّسَاعِ وَقتِهَا وَعُرْيُ

Buka penggal 2

وأكْلُ ذي رِيحٍ كريهٍ نِيُّ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 341 — Kelapangan waktu dan bau menggangguNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan