Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Imam, makmum, dan keterhubungan saf · Bait 345 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وليقترب منه بغير المسجد
- dan hendaklah mendekat kepadanya di luar masjid
- ودون حائل
- serta tanpa penghalang
- إذا لم يزد
- jika tidak melebihi
Terjemahan bait 345
Dan hendaklah mendekat kepadanya di luar masjid; serta tanpa penghalang; jika tidak melebihi.
Syarah · keterangan lengkap
Keadaan lokasi berbeda
Hubungan imam dan makmum di luar masjid mempunyai rincian kedekatan yang berbeda dari berada dalam satu masjid. Bait ini membuka batas jarak yang diselesaikan pada 346.
Penghalang yang relevan
Syarah membahas penghalang yang memutus akses atau pengamatan dalam susunan bangunan. Tidak cukup menyatakan semua dinding boleh atau semua dinding pasti membatalkan tanpa memahami posisi dan hubungan ruang.
Penerapan
Jamaah yang meluas ke halaman menata saf dan akses agar hubungannya jelas. Jarak angka pada bait berikut dibaca bersama syarat penghalang, bukan sebagai satu-satunya ukuran sahnya setiap jamaah.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 94. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وليقترب
لام perintah menjazmkan يقترب, hendaklah mendekat.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan imam, makmum, dan keterhubungan saf. Baca bersama bait 344 dan 346 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Hubungan imam dan makmum di luar masjid mempunyai rincian kedekatan yang berbeda dari berada dalam satu masjid.
- Syarah membahas penghalang yang memutus akses atau pengamatan dalam susunan bangunan.
Contoh penerapan
Keadaan
Jamaah yang meluas ke halaman menata saf dan akses agar hubungannya jelas.
Cara memahami
Jarak angka pada bait berikut dibaca bersama syarat penghalang, bukan sebagai satu-satunya ukuran sahnya setiap jamaah.
Batas penerapan
Syarah membahas penghalang yang memutus akses atau pengamatan dalam susunan bangunan. Tidak cukup menyatakan semua dinding boleh atau semua dinding pasti membatalkan tanpa memahami posisi dan hubungan ruang.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Sahih al-Bukhari 722
Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.
Baca petikan Arab
إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا ركع فاركعوا
Inti makna
Imam ditetapkan untuk diikuti; makmum mengikuti gerakannya, termasuk rukuk setelah imam rukuk.
Kaitan dengan bait
Hadis memerintahkan mengikuti imam. Syarat jamaah, uzur, jarak, dan rincian penilaian makmum mengikuti pembahasan mazhab pada sumber syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 345: kedekatan dan penghalang di luar masjid.
Lihat pembahasan jawaban
Hubungan imam dan makmum di luar masjid mempunyai rincian kedekatan yang berbeda dari berada dalam satu masjid. Bait ini membuka batas jarak yang diselesaikan pada 346. Syarah membahas penghalang yang memutus akses atau pengamatan dalam susunan bangunan. Tidak cukup menyatakan semua dinding boleh atau semua dinding pasti membatalkan tanpa memahami posisi dan hubungan ruang.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وليقترب منه بغير المسجد
dan hendaklah mendekat kepadanya di luar masjid
ودون حائل
serta tanpa penghalang
إذا لم يزد
jika tidak melebihi
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ولْيَقتَرِبْ مِنه بغيرِ المسجدِ
Buka penggal 2
ودونَ حائِلٍ إذا لم يَزِدِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 345 — Kedekatan dan penghalang di luar masjidNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.