Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 35
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Nabi, sahabat, imam, dan wali · Bait 35 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وبعده
dan sesudah beliau
فالأفضل الصديق
maka yang paling utama ialah ash-Shiddiq
والأفضل التالي له
dan yang paling utama sesudahnya
الفاروق
ialah al-Faruq
Terjemahan bait 35

Sesudah beliau, yang paling utama ialah ash-Shiddiq; dan yang paling utama berikutnya ialah al-Faruq.

Syarah · keterangan lengkap

Lingkup urutan

Bait membicarakan urutan keutamaan sahabat dalam ajaran Sunni. Kata sesudah beliau tidak dimaksudkan menempatkan Abu Bakar lebih tinggi daripada seluruh nabi yang lain. Syarah menjelaskan lingkupnya dengan memperhitungkan kedudukan para nabi. Membaca satu bait tanpa konteks dapat menghasilkan perbandingan yang bukan maksud pengarang.

Dua gelar

Ash-Shiddiq adalah gelar Abu Bakar, yang menonjolkan pembenaran kuat kepada Rasulullah. Al-Faruq adalah gelar Umar bin al-Khaththab, yang terkait pembedaan antara yang benar dan batil. Pengarang memakai gelar yang sudah dikenal agar susunan nazam singkat. Pelajar perlu mengenali nama orang yang dimaksud, bukan mengira istilah itu kategori umum tanpa tokoh tertentu.

Mempelajari keutamaan dengan adab

Urutan ini disampaikan sebagai bagian dari akidah dan penghormatan kepada generasi sahabat. Keutamaan tidak berarti sahabat menjadi nabi atau maksum dalam setiap keputusan pribadi. Contoh yang dapat diteladani ialah keteguhan, kejujuran, tanggung jawab, dan kesediaan melayani umat. Kajian tentang mereka seharusnya memperbaiki akhlak pembaca, bukan menjadi alasan mencela kelompok lain atau menganggap penghinaan sebagai tanda kuatnya kecintaan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 14. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وبعده فالأفضل الصديق

بعدَه keterangan urutan sesudah Nabi. الأفضلُ mubtada dan الصديقُ khabar yang menunjuk Abu Bakar; keduanya dapat dipahami melalui susunan pengutamaan dalam konteks.

والأفضل التالي له الفاروق

الأفضلُ mubtada; التالي sifat yang menerangkan urutan berikutnya, له melengkapi التالي. الفاروقُ khabar, yakni Umar. ه pada له kembali kepada Abu Bakar dalam urutan yang sedang disebut.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الصديق

Akar
ص د ق
Pola / bentuk
فِعِّيل

Bentuk yang mengandung penguatan sifat membenarkan; digunakan sebagai gelar Abu Bakar.

الفاروق

Akar
ف ر ق
Pola / bentuk
فَاعُول

Gelar yang berkaitan dengan membedakan yang benar dan salah, digunakan bagi Umar.

Hubungan bait

Urutan dimulai sesudah Nabi yang dibahas pada bait 34. Bait 36 meneruskannya dengan Utsman, Ali, dan sahabat lain.

Intisari & faedah
  1. Ash-Shiddiq menunjuk Abu Bakar, al-Faruq menunjuk Umar.
  2. Urutan keutamaan tidak menghilangkan kewajiban menghormati para sahabat lain.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar menghafal gelar tetapi tertukar orangnya.

Cara memahami

Ia menghubungkan gelar, nama, dan urutan sambil menelaah keteladanan mereka.

Batas penerapan

Belajar keutamaan tidak dijadikan bahan mencela tokoh lain.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 3655

Atsar Ibnu Umar dalam Shahih al-Bukhari; bukan kutipan sabda Nabi secara langsung. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

فَنُخَيِّرُ أَبَا بَكْرٍ، ثُمَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، ثُمَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ

Inti makna

Ibnu Umar menuturkan bahwa para sahabat mengutamakan Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman pada masa Nabi.

Kaitan dengan bait

Riwayat Ibn Umar menyebut pengutamaan Abu Bakar, Umar, lalu Utsman pada masa Nabi.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Siapa yang dimaksud الصديق dan الفاروق?

Lihat pembahasan jawaban

Ash-Shiddiq adalah Abu Bakar; al-Faruq adalah Umar bin al-Khaththab.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وبعده

dan sesudah beliau

فالأفضل الصديق

maka yang paling utama ialah ash-Shiddiq

والأفضل التالي له

dan yang paling utama sesudahnya

الفاروق

ialah al-Faruq

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وبَعدَهُ فالأفضَلُ الصِّدِّيقُ

Buka penggal 2

والأفضَلُ التالي له الفاروقُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 35 — Abu Bakar dan Umar dalam urutan keutamaanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan