Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 352
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Imam, makmum, dan keterhubungan saf · Bait 352 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ونية المأموم أولا تجب
dan niat makmum pada permulaan wajib
وللإمام غير جمعة ندب
serta bagi imam selain Jumat dianjurkan
Terjemahan bait 352

Dan niat makmum pada permulaan wajib; serta bagi imam selain Jumat dianjurkan.

Syarah · keterangan lengkap

Mengikat diri kepada imam

Makmum meniatkan mengikuti imam ketika sejak awal hendak berjamaah. Berdiri dekat orang lain tanpa niat hubungan jamaah tidak otomatis menjadikan gerakannya sebagai makmum yang sah.

Niat imam

Bagi imam selain Jumat, niat menjadi imam disunahkan untuk memperoleh keutamaan jamaah dalam penjelasan kitab. Jumat mempunyai ketentuan khusus karena ibadahnya tidak dibentuk sebagai salat sendirian.

Bergabung di tengah salat

Syarah juga membahas orang yang memulai sendiri lalu berniat mengikuti di tengah salat. Ini pengecualian yang perlu aturan, bukan alasan mengikuti gerakan orang lain sambil terus ragu apakah sedang bermakmum.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 95. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ونية المأموم

نية mubtada yang mudhaf kepada المأموم; تجب menerangkan hukumnya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الإمام

Akar
أ م م
Pola / bentuk
فِعَال

Isim orang yang diikuti atau memimpin salat.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan imam, makmum, dan keterhubungan saf. Baca bersama bait 351 dan 353 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Makmum meniatkan mengikuti imam ketika sejak awal hendak berjamaah.
  2. Bagi imam selain Jumat, niat menjadi imam disunahkan untuk memperoleh keutamaan jamaah dalam penjelasan kitab.
Contoh penerapan

Keadaan

Syarah juga membahas orang yang memulai sendiri lalu berniat mengikuti di tengah salat.

Cara memahami

Ini pengecualian yang perlu aturan, bukan alasan mengikuti gerakan orang lain sambil terus ragu apakah sedang bermakmum.

Batas penerapan

Bagi imam selain Jumat, niat menjadi imam disunahkan untuk memperoleh keutamaan jamaah dalam penjelasan kitab. Jumat mempunyai ketentuan khusus karena ibadahnya tidak dibentuk sebagai salat sendirian.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih al-Bukhari 722

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا ركع فاركعوا

Inti makna

Imam ditetapkan untuk diikuti; makmum mengikuti gerakannya, termasuk rukuk setelah imam rukuk.

Kaitan dengan bait

Hadis memerintahkan mengikuti imam. Syarat jamaah, uzur, jarak, dan rincian penilaian makmum mengikuti pembahasan mazhab pada sumber syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 352: niat makmum dan niat imam.

Lihat pembahasan jawaban

Makmum meniatkan mengikuti imam ketika sejak awal hendak berjamaah. Berdiri dekat orang lain tanpa niat hubungan jamaah tidak otomatis menjadikan gerakannya sebagai makmum yang sah. Bagi imam selain Jumat, niat menjadi imam disunahkan untuk memperoleh keutamaan jamaah dalam penjelasan kitab. Jumat mempunyai ketentuan khusus karena ibadahnya tidak dibentuk sebagai salat sendirian.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ونية المأموم أولا تجب

dan niat makmum pada permulaan wajib

وللإمام غير جمعة ندب

serta bagi imam selain Jumat dianjurkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ونِيَّةُ المأمومِ أوَّلا تَجِبْ

Buka penggal 2

وللإمام غيرَ جُمْعَةٍ نُدِبْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 352 — Niat makmum dan niat imamNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan