Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 353
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Salat musafir, qasar, dan jamak · Bait 353 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
رخص قصر أربع فرض أدا
diberi keringanan meringkas fardu empat rakaat yang ditunaikan
وفائت في سفر
dan yang tertinggal dalam perjalanan
إن قصدا
jika bermaksud menempuh
Terjemahan bait 353

Diberi keringanan meringkas fardu empat rakaat yang ditunaikan; dan yang tertinggal dalam perjalanan; jika bermaksud menempuh.

Syarah · keterangan lengkap

Salat yang dapat diqasar

Qasar mengurangi salat empat rakaat menjadi dua: Zuhur, Asar, dan Isya. Magrib dan Subuh tidak termasuk karena jumlah rakaat asalnya berbeda. Qasar merupakan keringanan dengan persyaratan, bukan perubahan semua salat perjalanan.

Salat yang tertinggal

Syarah memasukkan salat yang tertinggal dalam perjalanan dan diqada ketika masih memenuhi keadaan perjalanan. Salat yang tertinggal saat bermukim mempunyai rincian berbeda; jangan menganggap setiap qada boleh diqasar.

Tujuan perjalanan

Akhir bait membuka syarat jarak yang disengaja pada 354. Perjalanan tanpa tujuan jarak yang memenuhi ketentuan tidak disamakan dengan perjalanan yang sejak awal mempunyai tujuan jelas.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 97. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

إن قصدا

إن syarat; قصد fi‘il madhi, alif akhir mengikuti bunyi nazam.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

قصر

Akar
ق ص ر
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar قصر, memendekkan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan salat musafir, qasar, dan jamak. Baca bersama bait 352 dan 354 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Qasar mengurangi salat empat rakaat menjadi dua: Zuhur, Asar, dan Isya.
  2. Syarah memasukkan salat yang tertinggal dalam perjalanan dan diqada ketika masih memenuhi keadaan perjalanan.
Contoh penerapan

Keadaan

Akhir bait membuka syarat jarak yang disengaja pada 354.

Cara memahami

Perjalanan tanpa tujuan jarak yang memenuhi ketentuan tidak disamakan dengan perjalanan yang sejak awal mempunyai tujuan jelas.

Batas penerapan

Syarah memasukkan salat yang tertinggal dalam perjalanan dan diqada ketika masih memenuhi keadaan perjalanan. Salat yang tertinggal saat bermukim mempunyai rincian berbeda; jangan menganggap setiap qada boleh diqasar.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 4:101

Surah An-Nisaa, ayat 101. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّۭا مُّبِينًۭا

Inti makna

Allah memberikan keringanan salat ketika bepergian dalam konteks ayat. Penjelasan sunah dan fikih merinci keadaan penggunaannya.

Kaitan dengan bait

Ayat mendasari keringanan salat perjalanan. Jumlah jarak, niat, jamak hujan, dan pendapat jamak sakit merupakan perincian fikih yang tidak seluruhnya disebut ayat ini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 353: qasar salat empat rakaat.

Lihat pembahasan jawaban

Qasar mengurangi salat empat rakaat menjadi dua: Zuhur, Asar, dan Isya. Magrib dan Subuh tidak termasuk karena jumlah rakaat asalnya berbeda. Qasar merupakan keringanan dengan persyaratan, bukan perubahan semua salat perjalanan. Syarah memasukkan salat yang tertinggal dalam perjalanan dan diqada ketika masih memenuhi keadaan perjalanan. Salat yang tertinggal saat bermukim mempunyai rincian berbeda; jangan menganggap setiap qada boleh diqasar.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

رخص قصر أربع فرض أدا

diberi keringanan meringkas fardu empat rakaat yang ditunaikan

وفائت في سفر

dan yang tertinggal dalam perjalanan

إن قصدا

jika bermaksud menempuh

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

رُخِّصَ قَصْرُ أربَعٍ فَرضٍ أَدَا

Buka penggal 2

و فائِتٍ في سَفَرٍ إِن قَصَدَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 353 — Qasar salat empat rakaatNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan