Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 355
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Salat musafir, qasar, dan jamak · Bait 355 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وشرطه النية في الإحرام
dan syaratnya niat saat takbir pembuka
وترك ما خالف في الدوام
serta meninggalkan yang menyelisihinya selama pelaksanaan
Terjemahan bait 355

Dan syaratnya niat saat takbir pembuka; serta meninggalkan yang menyelisihinya selama pelaksanaan.

Syarah · keterangan lengkap

Ditentukan sejak pembukaan

Niat qasar menyertai takbiratul ihram. Jika salat dimulai dengan bentuk sempurna tanpa niat qasar, tidak dipendekkan sembarangan di tengah rangkaian hanya karena baru teringat sedang bepergian.

Tidak mengikuti imam yang tamam

Bermakmum kepada imam yang mengerjakan empat rakaat termasuk keadaan yang menuntut penyempurnaan. Musafir tidak salam sendiri pada rakaat kedua hanya karena jarak perjalanannya memenuhi syarat.

Perubahan niat

Jika memilih menyempurnakan di tengah salat, ia melaksanakan sesuai konsekuensinya. Qasar dipahami sebagai satu pelaksanaan dengan syarat yang terjaga, bukan pilihan jumlah rakaat yang berubah tanpa aturan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 97. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

في الإحرام

في menunjukkan waktu niat, yakni takbir pembuka salat.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الدوام

Akar
د و م
Pola / bentuk
فَعَال

Masdar, keberlangsungan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan salat musafir, qasar, dan jamak. Baca bersama bait 354 dan 356 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Niat qasar menyertai takbiratul ihram.
  2. Bermakmum kepada imam yang mengerjakan empat rakaat termasuk keadaan yang menuntut penyempurnaan.
Contoh penerapan

Keadaan

Jika memilih menyempurnakan di tengah salat, ia melaksanakan sesuai konsekuensinya.

Cara memahami

Qasar dipahami sebagai satu pelaksanaan dengan syarat yang terjaga, bukan pilihan jumlah rakaat yang berubah tanpa aturan.

Batas penerapan

Bermakmum kepada imam yang mengerjakan empat rakaat termasuk keadaan yang menuntut penyempurnaan. Musafir tidak salam sendiri pada rakaat kedua hanya karena jarak perjalanannya memenuhi syarat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 4:101

Surah An-Nisaa, ayat 101. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّۭا مُّبِينًۭا

Inti makna

Allah memberikan keringanan salat ketika bepergian dalam konteks ayat. Penjelasan sunah dan fikih merinci keadaan penggunaannya.

Kaitan dengan bait

Ayat mendasari keringanan salat perjalanan. Jumlah jarak, niat, jamak hujan, dan pendapat jamak sakit merupakan perincian fikih yang tidak seluruhnya disebut ayat ini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 355: niat qasar dan konsistensi pelaksanaan.

Lihat pembahasan jawaban

Niat qasar menyertai takbiratul ihram. Jika salat dimulai dengan bentuk sempurna tanpa niat qasar, tidak dipendekkan sembarangan di tengah rangkaian hanya karena baru teringat sedang bepergian. Bermakmum kepada imam yang mengerjakan empat rakaat termasuk keadaan yang menuntut penyempurnaan. Musafir tidak salam sendiri pada rakaat kedua hanya karena jarak perjalanannya memenuhi syarat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وشرطه النية في الإحرام

dan syaratnya niat saat takbir pembuka

وترك ما خالف في الدوام

serta meninggalkan yang menyelisihinya selama pelaksanaan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وشَرطُهُ النيةُ في الإحرامِ

Buka penggal 2

وتَرْكُ ما خالَفَ في الدَّوَامِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 355 — Niat qasar dan konsistensi pelaksanaanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan