Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat musafir, qasar, dan jamak · Bait 358 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- إن أمطرت عند ابتداء الباديه
- jika hujan saat permulaan salat pertama
- وختمها
- dan penutupnya
- وفي ابتداء الثانيه
- serta permulaan salat kedua
Terjemahan bait 358
Jika hujan saat permulaan salat pertama; dan penutupnya; serta permulaan salat kedua.
Syarah · keterangan lengkap
Titik pemeriksaan uzur
Dalam jamak hujan, keberadaan hujan diperhatikan saat mulai salat pertama, saat salamnya, dan ketika memulai salat kedua. Tiga titik ini menghubungkan pelaksanaan jamak dengan sebab keringanannya.
Tidak harus tanpa jeda hujan
Syarah membedakan berhentinya hujan di tengah salat dari hilangnya hujan pada titik yang disyaratkan. Karena itu kalimat ini bukan syarat bahwa setiap detik sepanjang dua salat harus terus turun hujan.
Penerapan
Jamaah mengikuti penilaian keadaan nyata, bukan prakiraan yang belum terjadi. Jika syarat berubah, pelaksanaannya ditinjau sesuai ketentuan; niat jamak saja tidak mempertahankan izin ketika syaratnya tidak ada.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 97. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
عند ابتداء البادية
عند keterangan waktu; ابتداء mudhaf kepada البادية, salat yang dimulai lebih dahulu.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan salat musafir, qasar, dan jamak. Baca bersama bait 357 dan 359 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Dalam jamak hujan, keberadaan hujan diperhatikan saat mulai salat pertama, saat salamnya, dan ketika memulai salat kedua.
- Syarah membedakan berhentinya hujan di tengah salat dari hilangnya hujan pada titik yang disyaratkan.
Contoh penerapan
Keadaan
Jamaah mengikuti penilaian keadaan nyata, bukan prakiraan yang belum terjadi.
Cara memahami
Jika syarat berubah, pelaksanaannya ditinjau sesuai ketentuan; niat jamak saja tidak mempertahankan izin ketika syaratnya tidak ada.
Batas penerapan
Syarah membedakan berhentinya hujan di tengah salat dari hilangnya hujan pada titik yang disyaratkan. Karena itu kalimat ini bukan syarat bahwa setiap detik sepanjang dua salat harus terus turun hujan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 4:101
Surah An-Nisaa, ayat 101. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّۭا مُّبِينًۭا
Inti makna
Allah memberikan keringanan salat ketika bepergian dalam konteks ayat. Penjelasan sunah dan fikih merinci keadaan penggunaannya.
Kaitan dengan bait
Ayat mendasari keringanan salat perjalanan. Jumlah jarak, niat, jamak hujan, dan pendapat jamak sakit merupakan perincian fikih yang tidak seluruhnya disebut ayat ini.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 358: saat hujan harus ada.
Lihat pembahasan jawaban
Dalam jamak hujan, keberadaan hujan diperhatikan saat mulai salat pertama, saat salamnya, dan ketika memulai salat kedua. Tiga titik ini menghubungkan pelaksanaan jamak dengan sebab keringanannya. Syarah membedakan berhentinya hujan di tengah salat dari hilangnya hujan pada titik yang disyaratkan. Karena itu kalimat ini bukan syarat bahwa setiap detik sepanjang dua salat harus terus turun hujan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
إن أمطرت عند ابتداء الباديه
jika hujan saat permulaan salat pertama
وختمها
dan penutupnya
وفي ابتداء الثانيه
serta permulaan salat kedua
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
إِن أمطَرَت عند ابتِدَاءِ البادِيَهْ
Buka penggal 2
وخَتْمِهَا وفي ابتِدَاءِ الثانِيَهْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 358 — Saat hujan harus adaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.