Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 36
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Nabi, sahabat, imam, dan wali · Bait 36 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
عثمان بعده
Utsman sesudahnya
كذا علي
demikian pula Ali
فالستة الباقون
kemudian enam orang yang tersisa
فالبدري
lalu peserta Badar
Terjemahan bait 36

Utsman sesudahnya, demikian pula Ali; kemudian enam orang yang tersisa, lalu sahabat peserta Badar.

Syarah · keterangan lengkap

Melanjutkan bait sebelumnya

Urutan yang dimaksud ialah Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, lalu Ali bin Abi Thalib. Pembahasan ini berada dalam kerangka keutamaan sahabat menurut tradisi Sunni yang dianut pengarang. Nama Ali dibaca dalam kedudukannya sebagai sahabat dan khalifah yang sangat dimuliakan, bukan sebagai lawan penghormatan kepada khalifah lain.

Enam yang tersisa

Maksudnya enam sahabat lain dalam kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira surga: Thalhah bin Ubaidillah, az-Zubair bin al-‘Awwam, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Sa‘d bin Abi Waqqash, Sa‘id bin Zaid, dan Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah. Mengetahui daftar ini menjelaskan rujukan bilangan enam; tanpa penjelasan, pembaca dapat keliru mengira semua sahabat di luar empat khalifah hanya berjumlah enam.

Peserta Badar

Al-badri adalah sahabat yang mengikuti peristiwa Badar dan memperoleh keutamaan yang disebut dalam riwayat. Bait menyebut kelompok, tidak merinci urutan setiap orang di dalamnya. Keutamaan yang diajarkan tidak membolehkan mengarang kisah heroik tanpa sumber. Belajar sejarah mereka perlu menyandingkan kecintaan dengan pemeriksaan riwayat, lalu mengambil teladan nyata seperti kesabaran dan pengorbanan untuk kebaikan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 14. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

عثمان بعده كذا علي

عثمانُ mubtada; بعده keterangan yang melengkapi khabar dan menunjuk urutan setelah Umar. كذا menunjukkan demikian pula pola penyebutan; عليٌّ disebut dengan khabar yang dipahami dari urutan.

فالستة الباقون فالبدري

الستةُ melanjutkan daftar; الباقون sifat marfu‘ dengan waw karena jamak mudzakkar salim. البدريُّ adalah nisbah kepada orang yang mengikuti Badar, dengan keterangan urutan yang dipahami.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الباقون

Akar
ب ق ي
Pola / bentuk
فَاعِلُون

Jamak mudzakkar salim dari باقٍ; yang tersisa dari sepuluh sahabat yang disebut memperoleh kabar gembira.

البدري

Akar
—
Pola / bentuk
Isim nisbah

Dari nama Badar ditambah ya nisbah: berkaitan dengan keikutsertaan dalam peristiwa Badar.

Hubungan bait

ه pada بعده kembali kepada Umar pada bait 35. Enam yang tersisa melengkapi sepuluh setelah empat sahabat yang telah disebut.

Intisari & faedah
  1. Bait mengajarkan urutan kelompok sahabat dalam penjelasan pengarang.
  2. Enam yang tersisa dihitung setelah empat khalifah yang telah disebut.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar mengira الستة menunjuk enam sahabat di luar sepuluh.

Cara memahami

Ia mencatat empat yang sudah disebut lalu enam sisanya sehingga jumlahnya sepuluh.

Batas penerapan

Maksud angka perlu ditelusuri dari rangkaian bait.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS At-Tawba 9:100

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍۢ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Inti makna

Allah meridai orang-orang terdahulu dari Muhajirin dan Ansar serta mereka yang mengikuti dengan baik, dan menyediakan balasan bagi mereka.

Kaitan dengan bait

Penguat keutamaan generasi awal Muhajirin dan Anshar secara umum; urutan rinci bait tidak seluruhnya dinyatakan dalam ayat ini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa الباقون memakai waw?

Lihat pembahasan jawaban

Karena jamak mudzakkar salim pada keadaan rafa‘ sebagai sifat bagi الستة.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

عثمان بعده

Utsman sesudahnya

كذا علي

demikian pula Ali

فالستة الباقون

kemudian enam orang yang tersisa

فالبدري

lalu peserta Badar

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

عُثمانُ بعدَهُ كذا عليُّ

Buka penggal 2

فالسِّتَّةُ البَاقُونَ فالبَدْرِيُّ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 36 — Utsman, Ali, dan sahabat yang diberi keutamaanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan