Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 369
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Salat khauf dan ketentuan pakaian · Bait 369 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وفي التحام الحرب
dan dalam pertempuran yang sangat rapat
صلوا مهما أمكنهم
salatlah menurut kemampuan mereka
ركبانا أو بالإيما
berkendaraan atau dengan isyarat
Terjemahan bait 369

Dan dalam pertempuran yang sangat rapat; salatlah menurut kemampuan mereka; berkendaraan atau dengan isyarat.

Syarah · keterangan lengkap

Tingkat darurat yang berbeda

Ketika bahaya berat membuat tata sebelumnya tidak mungkin dilakukan, salat dilaksanakan menurut kemampuan. Matan menegaskan ibadah tetap dijaga dalam waktunya dengan bentuk yang dapat dilaksanakan.

Isyarat karena ketidakmampuan

Isyarat menggantikan gerakan yang tidak mampu dilakukan pada keadaan tersebut. Ini tidak menjadi alasan memilih isyarat ketika seseorang sebenarnya aman dan mampu melakukan rukun secara biasa.

Batas konteks

Bab ini mengajarkan keringanan ibadah, bukan strategi kekerasan. Keadaan darurat lain dinilai berdasarkan aturan kemampuan yang relevan; jangan menetapkan seluruh pengecualian khauf tanpa memahami sebab dan batasnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 100. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

مهما أمكنهم

مهما menyatakan keluasan yang terikat kemampuan; أمكنهم menjelaskan batas yang mungkin.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

ركبانا

Akar
ر ك ب
Pola / bentuk
فُعْلَان

Jamak راكب, orang-orang yang berkendaraan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan salat khauf dan ketentuan pakaian. Baca bersama bait 368 dan 370 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Ketika bahaya berat membuat tata sebelumnya tidak mungkin dilakukan, salat dilaksanakan menurut kemampuan.
  2. Isyarat menggantikan gerakan yang tidak mampu dilakukan pada keadaan tersebut.
Contoh penerapan

Keadaan

Bab ini mengajarkan keringanan ibadah, bukan strategi kekerasan.

Cara memahami

Keadaan darurat lain dinilai berdasarkan aturan kemampuan yang relevan; jangan menetapkan seluruh pengecualian khauf tanpa memahami sebab dan batasnya.

Batas penerapan

Isyarat menggantikan gerakan yang tidak mampu dilakukan pada keadaan tersebut. Ini tidak menjadi alasan memilih isyarat ketika seseorang sebenarnya aman dan mampu melakukan rukun secara biasa.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 4:102

Surah An-Nisaa, ayat 102. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةٌۭ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوٓا۟ أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا۟ فَلْيَكُونُوا۟ مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا۟ فَلْيُصَلُّوا۟ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا۟ حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةًۭ وَٰحِدَةًۭ ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًۭى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَن تَضَعُوٓا۟ أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا۟ حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَٰفِرِينَ عَذَابًۭا مُّهِينًۭا

Inti makna

Ayat menerangkan pelaksanaan salat berjamaah dalam keadaan bahaya dengan pengaturan giliran.

Kaitan dengan bait

Ayat menjadi dasar salat dalam keadaan bahaya. Tata khusus pada nazam dijelaskan melalui syarah dan riwayat; bukan petunjuk melakukan kekerasan.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 369: salat menurut kemampuan dalam bahaya sangat berat.

Lihat pembahasan jawaban

Ketika bahaya berat membuat tata sebelumnya tidak mungkin dilakukan, salat dilaksanakan menurut kemampuan. Matan menegaskan ibadah tetap dijaga dalam waktunya dengan bentuk yang dapat dilaksanakan. Isyarat menggantikan gerakan yang tidak mampu dilakukan pada keadaan tersebut. Ini tidak menjadi alasan memilih isyarat ketika seseorang sebenarnya aman dan mampu melakukan rukun secara biasa.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وفي التحام الحرب

dan dalam pertempuran yang sangat rapat

صلوا مهما أمكنهم

salatlah menurut kemampuan mereka

ركبانا أو بالإيما

berkendaraan atau dengan isyarat

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وفي التِحَامِ الحَربِ صَلُّوا مَهْمَا

Buka penggal 2

أَمْكَنَهُم رُكْبَانَاً أو بالاِيْمَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 369 — Salat menurut kemampuan dalam bahaya sangat beratNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan