Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat khauf dan ketentuan pakaian · Bait 371 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وخالص القز أو الحرير
- dan bahan sutra murni
- أو غالبا
- atau yang dominan sutranya
- إلا على الصغير
- kecuali bagi anak kecil dalam ketentuan kitab
Terjemahan bait 371
Dan bahan sutra murni; atau yang dominan sutranya; kecuali bagi anak kecil dalam ketentuan kitab.
Syarah · keterangan lengkap
Jenis bahan
Larangan yang dibahas mengenai sutra alami bagi laki-laki, termasuk campuran ketika sutranya dominan menurut ukuran fikih. Kain sintetis yang halus tidak otomatis menjadi sutra hanya karena diberi nama dagang serupa.
Status anak
Matan mengecualikan anak dalam pembagian taklif klasik. Ini menunjukkan perbedaan hukum sebelum kewajiban dewasa, bukan perintah membelikan bahan mahal atau menjadikan pakaian alat membanggakan status.
Kebutuhan khusus
Pemakaian karena kebutuhan tertentu mempunyai rincian tersendiri. Sebelum menerapkan hukum pada pakaian, pastikan jenis bahan dan keadaan pemakai; jangan menyimpulkan kandungan kain hanya dari kilap atau kelembutannya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 100. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
خالص القز
خالص mudhaf kepada القز, menunjukkan kemurnian bahan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan salat khauf dan ketentuan pakaian. Baca bersama bait 370 dan 372 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Larangan yang dibahas mengenai sutra alami bagi laki-laki, termasuk campuran ketika sutranya dominan menurut ukuran fikih.
- Matan mengecualikan anak dalam pembagian taklif klasik.
Contoh penerapan
Keadaan
Pemakaian karena kebutuhan tertentu mempunyai rincian tersendiri.
Cara memahami
Sebelum menerapkan hukum pada pakaian, pastikan jenis bahan dan keadaan pemakai; jangan menyimpulkan kandungan kain hanya dari kilap atau kelembutannya.
Batas penerapan
Matan mengecualikan anak dalam pembagian taklif klasik. Ini menunjukkan perbedaan hukum sebelum kewajiban dewasa, bukan perintah membelikan bahan mahal atau menjadikan pakaian alat membanggakan status.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 5633
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
لاَ تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ
Inti makna
Nabi melarang minum menggunakan bejana emas dan perak.
Kaitan dengan bait
Hadis mendukung larangan sutra serta penggunaan emas-perak pada bentuk tertentu. Pengecualian bahan, usia, dan kebutuhan dibaca melalui syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 371: sutra murni atau dominan.
Lihat pembahasan jawaban
Larangan yang dibahas mengenai sutra alami bagi laki-laki, termasuk campuran ketika sutranya dominan menurut ukuran fikih. Kain sintetis yang halus tidak otomatis menjadi sutra hanya karena diberi nama dagang serupa. Matan mengecualikan anak dalam pembagian taklif klasik. Ini menunjukkan perbedaan hukum sebelum kewajiban dewasa, bukan perintah membelikan bahan mahal atau menjadikan pakaian alat membanggakan status.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وخالص القز أو الحرير
dan bahan sutra murni
أو غالبا
atau yang dominan sutranya
إلا على الصغير
kecuali bagi anak kecil dalam ketentuan kitab
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وخالِصَ القَزِّ أو الحَرِيرِ
Buka penggal 2
أوغالِبَاً إلا على الصغيرِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 371 — Sutra murni atau dominanNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.