Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 377
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Kewajiban Jumat dan dua khutbah · Bait 377 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وليوص بالتقوى
dan hendaklah berwasiat takwa
أو المعنى كما نحو أطيعوا الله
atau maknanya seperti taatilah Allah
في كلتيهما
pada keduanya
Terjemahan bait 377

Dan hendaklah berwasiat takwa; atau maknanya seperti taatilah Allah; pada keduanya.

Syarah · keterangan lengkap

Isi nasihat

Khutbah memuat ajakan bertakwa, menjalankan perintah, dan menjauhi larangan Allah. Nasihat ini merupakan bagian pokok, sehingga khutbah bukan sekadar pengumuman kegiatan atau pidato umum tanpa tuntunan ibadah.

Tidak terbatas satu lafaz

Matan memperbolehkan ungkapan yang menyampaikan makna takwa, seperti perintah menaati Allah. Keluwesan lafaz tidak menghapus tuntutan maknanya dan ketentuan bahasa rukun khutbah dalam mazhab.

Pada masing-masing bagian

Wasiat hadir pada dua khutbah. Khatib menyiapkan susunan yang jelas agar pesan dapat dipahami jamaah; keindahan retorika tidak menggantikan unsur wajib yang terlupa.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 103. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وليوص

لام perintah menjazmkan يوصي dengan menghapus ya akhir.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أطيعوا

Akar
ط و ع
Pola / bentuk
أَفْعِلُوا dengan i‘lal

Fi‘il amr jamak dari أطاع, taatilah.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan kewajiban jumat dan dua khutbah. Baca bersama bait 376 dan 378 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Khutbah memuat ajakan bertakwa, menjalankan perintah, dan menjauhi larangan Allah.
  2. Matan memperbolehkan ungkapan yang menyampaikan makna takwa, seperti perintah menaati Allah.
Contoh penerapan

Keadaan

Wasiat hadir pada dua khutbah.

Cara memahami

Khatib menyiapkan susunan yang jelas agar pesan dapat dipahami jamaah; keindahan retorika tidak menggantikan unsur wajib yang terlupa.

Batas penerapan

Matan memperbolehkan ungkapan yang menyampaikan makna takwa, seperti perintah menaati Allah. Keluwesan lafaz tidak menghapus tuntutan maknanya dan ketentuan bahasa rukun khutbah dalam mazhab.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 62:9

Surah Al-Jumu'a, ayat 9. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Inti makna

Orang beriman diperintahkan menuju zikir Allah ketika panggilan Jumat dan meninggalkan jual beli pada waktunya.

Kaitan dengan bait

Ayat menjadi dasar kewajiban menuju Jumat. Jumlah peserta, rukun khutbah, kebersihan, dan tata pendatang adalah rincian syarah, bukan semuanya lafaz ayat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 377: wasiat takwa pada kedua khutbah.

Lihat pembahasan jawaban

Khutbah memuat ajakan bertakwa, menjalankan perintah, dan menjauhi larangan Allah. Nasihat ini merupakan bagian pokok, sehingga khutbah bukan sekadar pengumuman kegiatan atau pidato umum tanpa tuntunan ibadah. Matan memperbolehkan ungkapan yang menyampaikan makna takwa, seperti perintah menaati Allah. Keluwesan lafaz tidak menghapus tuntutan maknanya dan ketentuan bahasa rukun khutbah dalam mazhab.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وليوص بالتقوى

dan hendaklah berwasiat takwa

أو المعنى كما نحو أطيعوا الله

atau maknanya seperti taatilah Allah

في كلتيهما

pada keduanya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ولْيُوصِ بالتَّقْوَى أوِ المَعنى كَمَا

Buka penggal 2

نَحوُ أطيعُوا اللهَ في كلتَيْهِمَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 377 — Wasiat takwa pada kedua khutbahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan