Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 38
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Nabi, sahabat, imam, dan wali · Bait 38 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وغيرهم
dan selain mereka
من سائر الأئمه
dari para imam lainnya
على هدى
berada di atas petunjuk
والاختلاف رحمه
dan perbedaan adalah rahmat
Terjemahan bait 38

Dan selain mereka dari para imam yang lain berada di atas petunjuk; perbedaan [ijtihad] adalah rahmat.

Syarah · keterangan lengkap

Perbedaan yang dimaksud

Pengarang berbicara tentang para imam yang memenuhi syarat keilmuan dan berijtihad dengan sungguh-sungguh. Perbedaan mereka dalam masalah yang terbuka bagi ijtihad dapat memberi keluasan dalam pengamalan. Tidak semua perbedaan otomatis benar atau membawa rahmat; perselisihan karena penipuan, hawa nafsu, dan permusuhan tidak masuk begitu saja ke dalam pujian ini.

Bukan pelabelan sebagai hadis sahih

Ungkapan perbedaan adalah rahmat pada halaman ini disajikan sebagai redaksi matan dan penjelasan gagasannya. Ungkapan populer “perbedaan umatku adalah rahmat” tidak diperlakukan sebagai hadis sahih tanpa pembuktian sanad. Dengan membedakan perkataan pengarang dari hadis, pelajar dapat mengambil nasihat adab tanpa memberikan nisbah yang tidak terbukti kepada Nabi.

Praktik bagi pelajar

Belajar dengan satu kerangka mazhab membantu konsistensi. Ketika melihat praktik lain yang bersumber pada ijtihad yang diakui, tanyakan dalil dan syaratnya dengan hormat. Jangan sekadar memilih pendapat paling ringan dari berbagai mazhab tanpa memahami apakah gabungannya masih memenuhi ketentuan. Contohnya, rincian wudu dapat berbeda, sehingga seseorang perlu memahami keseluruhan praktik yang diikutinya. Sikap yang dituju ialah teguh dalam belajar, lapang dalam perbedaan yang sah, dan bersedia mengoreksi kesalahan berdasarkan ilmu.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 14. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وغيرهم من سائر الأئمة

غيرُهم dihubungkan kepada para imam pada bait 37. هم mudhaf ilaih; من سائر jar-majrur dan الأئمة mudhaf ilaih. Satu kalimat mencakup tokoh yang disebut dan imam lain.

على هدى والاختلاف رحمة

على هدى merupakan khabar bagi rangkaian nama tadi. الاختلافُ mubtada baru dan رحمةٌ khabar. Kalimat kedua merupakan ungkapan pengarang tentang ruang ijtihad, bukan otomatis kutipan hadis.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الاختلاف

Akar
خ ل ف
Pola / bentuk
اِفْتِعَال

Masdar dari اِخْتَلَفَ, menunjukkan perbedaan. Nilainya bergantung pada objek, dasar, dan adab perbedaannya.

الأئمة

Akar
أ م م
Pola / bentuk
أَفْعِلَة dengan perubahan hamzah

Jamak taksir dari إمام. Bentuk jamaknya tidak dibangun dengan menambah ـون saja.

Hubungan bait

Bait ini menyelesaikan daftar bait 37. Setelah menghormati para imam dan ijtihadnya, bait 39 beralih kepada para wali.

Intisari & faedah
  1. Perbedaan ijtihad yang layak dihormati mempunyai dasar dan pelaku yang berkompeten.
  2. Ungkapan الاختلاف رحمة di sini dibaca sebagai teks nazam, bukan dinisbahkan sebagai hadis sahih tanpa pemeriksaan.
Contoh penerapan

Keadaan

Dua guru mengikuti pendapat mazhab yang berbeda dalam masalah cabang.

Cara memahami

Pelajar mempelajari alasan dan praktik mazhabnya dengan adab tanpa mencela guru lain.

Batas penerapan

Tidak semua pertentangan pendapat otomatis menjadi ijtihad yang benar atau dapat diikuti.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 7352

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ، وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ

Inti makna

Hakim yang memenuhi syarat dan berijtihad mendapat dua pahala bila tepat, dan satu bila keliru.

Kaitan dengan bait

Hadis pahala hakim yang berijtihad menjadi penguat penghargaan terhadap ijtihad yang memenuhi syarat, termasuk ketika hasilnya keliru.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah kalimat الاختلاف رحمة pada bait ini otomatis hadis Nabi?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Ini kalimat dalam nazam; status suatu hadis harus diperiksa tersendiri sebelum dinisbahkan kepada Nabi.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وغيرهم

dan selain mereka

من سائر الأئمه

dari para imam lainnya

على هدى

berada di atas petunjuk

والاختلاف رحمه

dan perbedaan adalah rahmat

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وغيرُهُم من سائِرِ الأئمَّهْ

Buka penggal 2

عَلَى هُدَىً والاخْتِلافُ رَحْمَهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 38 — Adab terhadap perbedaan ijtihadNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan