Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Kewajiban Jumat dan dua khutbah · Bait 380 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- واسم الدعا ثانية للمؤمنين
- dan yang disebut doa bagi kaum mukmin pada khutbah kedua
- وحسن تخصيصه بالسامعين
- serta baik mengkhususkannya bagi para pendengar
Terjemahan bait 380
Dan yang disebut doa bagi kaum mukmin pada khutbah kedua; serta baik mengkhususkannya bagi para pendengar.
Syarah · keterangan lengkap
Rukun penutup
Doa untuk kaum mukmin ditempatkan pada khutbah kedua. Syarah memasukkan mukmin perempuan dalam cakupan jenisnya dan menekankan doa yang berkaitan dengan kebaikan akhirat, bukan hanya kebutuhan dunia.
Mendoakan pendengar
Jamaah yang hadir dapat disebut dalam doa. Mengkhususkan pendengar tidak berarti meniadakan doa umum; keduanya dapat disusun dengan singkat dan jelas sesuai tujuan khutbah.
Penerapan
Khatib memohon ampunan dan rahmat bagi kaum mukmin. Doa untuk pemimpin diarahkan kepada kebaikan, keadilan, dan pertolongan menjalankan hak; pujian pribadi bukan pengganti rukun doa.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 103. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
للمؤمنين
لام huruf jar; المؤمنين jamak mudzakkar salim majrur dengan ya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan kewajiban jumat dan dua khutbah. Baca bersama bait 379 dan 381 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Doa untuk kaum mukmin ditempatkan pada khutbah kedua.
- Jamaah yang hadir dapat disebut dalam doa.
Contoh penerapan
Keadaan
Khatib memohon ampunan dan rahmat bagi kaum mukmin.
Cara memahami
Doa untuk pemimpin diarahkan kepada kebaikan, keadilan, dan pertolongan menjalankan hak; pujian pribadi bukan pengganti rukun doa.
Batas penerapan
Jamaah yang hadir dapat disebut dalam doa. Mengkhususkan pendengar tidak berarti meniadakan doa umum; keduanya dapat disusun dengan singkat dan jelas sesuai tujuan khutbah.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 62:9
Surah Al-Jumu'a, ayat 9. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Inti makna
Orang beriman diperintahkan menuju zikir Allah ketika panggilan Jumat dan meninggalkan jual beli pada waktunya.
Kaitan dengan bait
Ayat menjadi dasar kewajiban menuju Jumat. Jumlah peserta, rukun khutbah, kebersihan, dan tata pendatang adalah rincian syarah, bukan semuanya lafaz ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 380: doa bagi kaum mukmin pada khutbah kedua.
Lihat pembahasan jawaban
Doa untuk kaum mukmin ditempatkan pada khutbah kedua. Syarah memasukkan mukmin perempuan dalam cakupan jenisnya dan menekankan doa yang berkaitan dengan kebaikan akhirat, bukan hanya kebutuhan dunia. Jamaah yang hadir dapat disebut dalam doa. Mengkhususkan pendengar tidak berarti meniadakan doa umum; keduanya dapat disusun dengan singkat dan jelas sesuai tujuan khutbah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
واسم الدعا ثانية للمؤمنين
dan yang disebut doa bagi kaum mukmin pada khutbah kedua
وحسن تخصيصه بالسامعين
serta baik mengkhususkannya bagi para pendengar
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
واسْمُ الدُّعَا ثانِيَةً للمُؤْمِنِينْ
Buka penggal 2
وحَسَنٌ تخصِيصُهُ بالسَّامِعِينْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 380 — Doa bagi kaum mukmin pada khutbah keduaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.