Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 383
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Adab Jumat dan salat dua hari raya · Bait 383 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وسنة الخطبة بالإنصات
dan sunah ketika khutbah ialah menyimak diam
والخف في تحية الصلاة
serta meringankan salat tahiyat
Terjemahan bait 383

Dan sunah ketika khutbah ialah menyimak diam; serta meringankan salat tahiyat.

Syarah · keterangan lengkap

Menyimak dengan perhatian

Kitab menempatkan diam menyimak khutbah sebagai adab yang ditekankan. Hadis memperingatkan perkataan yang sia-sia saat khatib berbicara, sehingga jangan menjadikan label sunah alasan mengobrol dan mengganggu.

Pendatang ketika khutbah

Orang yang baru masuk masjid melaksanakan tahiyat secara ringan menurut rincian Syafi‘i. Ringan berarti menjaga rukun sambil tidak memperpanjang bacaan, bukan menghilangkan tumakninah.

Tidak memulai sembarang sunah

Ketentuan tahiyat bagi pendatang berbeda dari memulai salat sunah tambahan sesuka hati ketika khutbah berlangsung. Tujuan akhirnya ialah segera menyimak tanpa meninggalkan aturan masuk masjid.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 104. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

بالإنصات

باء menghubungkan kesunahan dengan tindakan diam untuk mendengarkan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الإنصات

Akar
ن ص ت
Pola / bentuk
إِفْعَال

Masdar أنصت, diam menyimak.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan adab jumat dan salat dua hari raya. Baca bersama bait 382 dan 384 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Kitab menempatkan diam menyimak khutbah sebagai adab yang ditekankan.
  2. Orang yang baru masuk masjid melaksanakan tahiyat secara ringan menurut rincian Syafi‘i.
Contoh penerapan

Keadaan

Ketentuan tahiyat bagi pendatang berbeda dari memulai salat sunah tambahan sesuka hati ketika khutbah berlangsung.

Cara memahami

Tujuan akhirnya ialah segera menyimak tanpa meninggalkan aturan masuk masjid.

Batas penerapan

Orang yang baru masuk masjid melaksanakan tahiyat secara ringan menurut rincian Syafi‘i. Ringan berarti menjaga rukun sambil tidak memperpanjang bacaan, bukan menghilangkan tumakninah.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 62:9

Surah Al-Jumu'a, ayat 9. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Inti makna

Orang beriman diperintahkan menuju zikir Allah ketika panggilan Jumat dan meninggalkan jual beli pada waktunya.

Kaitan dengan bait

Ayat menjadi dasar kewajiban menuju Jumat. Jumlah peserta, rukun khutbah, kebersihan, dan tata pendatang adalah rincian syarah, bukan semuanya lafaz ayat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 383: mendengarkan khutbah dan tahiyat yang ringan.

Lihat pembahasan jawaban

Kitab menempatkan diam menyimak khutbah sebagai adab yang ditekankan. Hadis memperingatkan perkataan yang sia-sia saat khatib berbicara, sehingga jangan menjadikan label sunah alasan mengobrol dan mengganggu. Orang yang baru masuk masjid melaksanakan tahiyat secara ringan menurut rincian Syafi‘i. Ringan berarti menjaga rukun sambil tidak memperpanjang bacaan, bukan menghilangkan tumakninah.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وسنة الخطبة بالإنصات

dan sunah ketika khutbah ialah menyimak diam

والخف في تحية الصلاة

serta meringankan salat tahiyat

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وسُنَّةُ الخُطْبَةِ بالإِنصَاتِ

Buka penggal 2

والْخِفُّ في تَحِيَّةِ الصَّلاةِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 383 — Mendengarkan khutbah dan tahiyat yang ringanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan