Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Adab Jumat dan salat dua hari raya · Bait 384 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- تسن ركعتان لو منفردا
- disunahkan dua rakaat walaupun sendirian
- بين طلوع وزوالها أدا
- ditunaikan antara terbit matahari dan tergelincirnya
Terjemahan bait 384
Disunahkan dua rakaat walaupun sendirian; ditunaikan antara terbit matahari dan tergelincirnya.
Syarah · keterangan lengkap
Sunah yang ditekankan
Salat Idulfitri dan Iduladha berjumlah dua rakaat. Berjamaah dianjurkan menurut ketentuannya, tetapi orang yang melaksanakan sendiri tetap dapat menjalankan salat Id dalam mazhab ini.
Waktu pelaksanaan
Waktu bermula setelah matahari terbit dan berakhir saat tergelincir. Syarah menganjurkan menunggu matahari naik; batas sah waktu dibedakan dari waktu pelaksanaan yang lebih utama.
Penerapan
Orang yang tertinggal jamaah memahami bahwa kesunahan salat tidak selalu hilang hanya karena tidak bersama kelompok. Khutbah diterangkan sebagai pelengkap jamaah, bukan sesuatu yang harus dibacakan sendiri kepada diri sendiri.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 106. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
تسن ركعتان
تسن pasif; ركعتان naib fa‘il mutsanna marfu‘ dengan alif.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan adab jumat dan salat dua hari raya. Baca bersama bait 383 dan 385 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Salat Idulfitri dan Iduladha berjumlah dua rakaat.
- Waktu bermula setelah matahari terbit dan berakhir saat tergelincir.
Contoh penerapan
Keadaan
Orang yang tertinggal jamaah memahami bahwa kesunahan salat tidak selalu hilang hanya karena tidak bersama kelompok.
Cara memahami
Khutbah diterangkan sebagai pelengkap jamaah, bukan sesuatu yang harus dibacakan sendiri kepada diri sendiri.
Batas penerapan
Waktu bermula setelah matahari terbit dan berakhir saat tergelincir. Syarah menganjurkan menunggu matahari naik; batas sah waktu dibedakan dari waktu pelaksanaan yang lebih utama.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 108:2
Surah Al-Kawthar, ayat 2. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Inti makna
Allah memerintahkan salat dan penyembelihan bagi-Nya. Syarah mengaitkan ayat ini dengan pembahasan hari raya.
Kaitan dengan bait
Ayat memerintahkan salat dan penyembelihan bagi Allah; syarah mengaitkannya dengan Iduladha. Jumlah takbir dan jadwal zikir berasal dari uraian fikih, bukan angka yang disebut ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 384: dua rakaat id dan waktunya.
Lihat pembahasan jawaban
Salat Idulfitri dan Iduladha berjumlah dua rakaat. Berjamaah dianjurkan menurut ketentuannya, tetapi orang yang melaksanakan sendiri tetap dapat menjalankan salat Id dalam mazhab ini. Waktu bermula setelah matahari terbit dan berakhir saat tergelincir. Syarah menganjurkan menunggu matahari naik; batas sah waktu dibedakan dari waktu pelaksanaan yang lebih utama.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
تسن ركعتان لو منفردا
disunahkan dua rakaat walaupun sendirian
بين طلوع وزوالها أدا
ditunaikan antara terbit matahari dan tergelincirnya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
تُسَنُّ رَكعَتَانِ لَو مُنْفَرِدَا
Buka penggal 2
بَينَ طُلُوعٍ وزَوَالِهَا أَدَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 384 — Dua rakaat Id dan waktunyaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.