Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 385
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Adab Jumat dan salat dua hari raya · Bait 385 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
تكبير سبع أول الأولى يسن
disunahkan tujuh takbir pada awal rakaat pertama
والخمس في ثانية
dan lima pada rakaat kedua
من بعد أن
setelah
Terjemahan bait 385

Disunahkan tujuh takbir pada awal rakaat pertama; dan lima pada rakaat kedua; setelah.

Syarah · keterangan lengkap

Jumlah takbir tambahan

Rakaat pertama memiliki tujuh takbir tambahan dan rakaat kedua lima. Kata setelah pada akhir bait diselesaikan berikutnya, sehingga takbir pembuka dan takbir bangkit tidak dihitung sebagai bagian angka tambahan ini.

Sunah, bukan rukun baru

Takbir tambahan memperindah tata Id, tetapi tidak mengubah daftar rukun dasar salat. Ketika terlupa, penanganannya tidak disamakan dengan hilangnya takbiratul ihram yang menjadi pintu sah salat.

Penerapan

Pelajar menghitung tujuh sesudah takbir pembuka, lalu lima sesudah takbir bangkit pada rakaat kedua. Jangan mengorbankan ketenangan atau mengulang salat hanya karena ragu pada takbir tambahan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 106. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

في ثانية

في huruf jar; ثانية sifat bagi rakaat kedua yang dipahami dari konteks.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تكبير

Akar
ك ب ر
Pola / bentuk
تَفْعِيل

Masdar كبّر, mengucapkan takbir.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan adab jumat dan salat dua hari raya. Baca bersama bait 384 dan 386 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Rakaat pertama memiliki tujuh takbir tambahan dan rakaat kedua lima.
  2. Takbir tambahan memperindah tata Id, tetapi tidak mengubah daftar rukun dasar salat.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar menghitung tujuh sesudah takbir pembuka, lalu lima sesudah takbir bangkit pada rakaat kedua.

Cara memahami

Jangan mengorbankan ketenangan atau mengulang salat hanya karena ragu pada takbir tambahan.

Batas penerapan

Takbir tambahan memperindah tata Id, tetapi tidak mengubah daftar rukun dasar salat. Ketika terlupa, penanganannya tidak disamakan dengan hilangnya takbiratul ihram yang menjadi pintu sah salat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 108:2

Surah Al-Kawthar, ayat 2. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ

Inti makna

Allah memerintahkan salat dan penyembelihan bagi-Nya. Syarah mengaitkan ayat ini dengan pembahasan hari raya.

Kaitan dengan bait

Ayat memerintahkan salat dan penyembelihan bagi Allah; syarah mengaitkannya dengan Iduladha. Jumlah takbir dan jadwal zikir berasal dari uraian fikih, bukan angka yang disebut ayat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 385: tujuh dan lima takbir tambahan.

Lihat pembahasan jawaban

Rakaat pertama memiliki tujuh takbir tambahan dan rakaat kedua lima. Kata setelah pada akhir bait diselesaikan berikutnya, sehingga takbir pembuka dan takbir bangkit tidak dihitung sebagai bagian angka tambahan ini. Takbir tambahan memperindah tata Id, tetapi tidak mengubah daftar rukun dasar salat. Ketika terlupa, penanganannya tidak disamakan dengan hilangnya takbiratul ihram yang menjadi pintu sah salat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

تكبير سبع أول الأولى يسن

disunahkan tujuh takbir pada awal rakaat pertama

والخمس في ثانية

dan lima pada rakaat kedua

من بعد أن

setelah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

تَكبيرُ سَبْعٍ أَوَّلَ الأُولَى يُسَنْ

Buka penggal 2

والخَمْسُ في ثانِيَةٍ مِن بَعدِ أَنْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 385 — Tujuh dan lima takbir tambahanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan