Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Adab Jumat dan salat dua hari raya · Bait 387 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- كبر في الأولى منهما تسعا ولا
- bertakbirlah sembilan berurutan pada khutbah pertama
- والسبع في ثانية أي أولا
- dan tujuh pada awal khutbah kedua
Terjemahan bait 387
Bertakbirlah sembilan berurutan pada khutbah pertama; dan tujuh pada awal khutbah kedua.
Syarah · keterangan lengkap
Bukan takbir di dalam salat
Angka sembilan dan tujuh di sini berkaitan dengan pembukaan dua khutbah. Bedakan dari tujuh dan lima takbir tambahan pada dua rakaat salat Id.
Kesunahan khutbah
Syarah menerangkan pembukaan tersebut sebagai tata yang dianjurkan. Unsur khutbah lainnya tetap dipenuhi; pengulangan takbir tidak menggantikan hamdalah, selawat, ayat, atau pesan takwa.
Penerapan
Naskah khutbah dapat memberi penanda takbir agar khatib tidak tertukar. Jamaah cukup memahami konteks angka, tanpa mengira setiap perbedaan hitungan tambahan membatalkan salat Id yang sudah selesai.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 106. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
تسعا
Bilangan manshub yang menerangkan jumlah takbir dengan kata yang dihitung dipahami.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan adab jumat dan salat dua hari raya. Baca bersama bait 386 dan 388 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Angka sembilan dan tujuh di sini berkaitan dengan pembukaan dua khutbah.
- Syarah menerangkan pembukaan tersebut sebagai tata yang dianjurkan.
Contoh penerapan
Keadaan
Naskah khutbah dapat memberi penanda takbir agar khatib tidak tertukar.
Cara memahami
Jamaah cukup memahami konteks angka, tanpa mengira setiap perbedaan hitungan tambahan membatalkan salat Id yang sudah selesai.
Batas penerapan
Syarah menerangkan pembukaan tersebut sebagai tata yang dianjurkan. Unsur khutbah lainnya tetap dipenuhi; pengulangan takbir tidak menggantikan hamdalah, selawat, ayat, atau pesan takwa.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 108:2
Surah Al-Kawthar, ayat 2. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Inti makna
Allah memerintahkan salat dan penyembelihan bagi-Nya. Syarah mengaitkan ayat ini dengan pembahasan hari raya.
Kaitan dengan bait
Ayat memerintahkan salat dan penyembelihan bagi Allah; syarah mengaitkannya dengan Iduladha. Jumlah takbir dan jadwal zikir berasal dari uraian fikih, bukan angka yang disebut ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 387: takbir pada pembukaan khutbah id.
Lihat pembahasan jawaban
Angka sembilan dan tujuh di sini berkaitan dengan pembukaan dua khutbah. Bedakan dari tujuh dan lima takbir tambahan pada dua rakaat salat Id. Syarah menerangkan pembukaan tersebut sebagai tata yang dianjurkan. Unsur khutbah lainnya tetap dipenuhi; pengulangan takbir tidak menggantikan hamdalah, selawat, ayat, atau pesan takwa.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
كبر في الأولى منهما تسعا ولا
bertakbirlah sembilan berurutan pada khutbah pertama
والسبع في ثانية أي أولا
dan tujuh pada awal khutbah kedua
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
كَبَّر فِي الاولَى منهُمَا تِسْعَاً وِلا
Buka penggal 2
والسَّبْعَ في ثانِيَةٍ أَيْ أَوَّلا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 387 — Takbir pada pembukaan khutbah IdNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.