Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Adab Jumat dan salat dua hari raya · Bait 388 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وسن من قبل صلاة الفطر فطر
- dan disunahkan makan sebelum salat Idulfitri
- كذا الإمساك حتى النحر
- demikian pula menahan makan hingga penyembelihan pada Adha
Terjemahan bait 388
Dan disunahkan makan sebelum salat Idulfitri; demikian pula menahan makan hingga penyembelihan pada Adha.
Syarah · keterangan lengkap
Menandai berakhirnya Ramadan
Makan sebelum salat Idulfitri menampakkan bahwa hari itu bukan hari puasa. Ini adab makan sebelum berangkat, bukan kewajiban menu tertentu atau tuntutan makan banyak.
Adha mempunyai tata berbeda
Pada Iduladha, matan menyebut menunda makan sampai penyembelihan menurut kesunahan yang diterangkan kitab. Penundaan makan ini bukan niat berpuasa pada hari raya yang justru dilarang.
Sesuai keadaan
Kebutuhan kesehatan atau keadaan seseorang tetap diperhatikan. Jangan memaksa anak atau orang sakit menunda makan hanya demi menerapkan adab sunah tanpa melihat kemampuan dan kebutuhan nyata.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 106. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
من قبل صلاة الفطر
من dengan قبل menyatakan waktu sebelum salat Idulfitri.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan adab jumat dan salat dua hari raya. Baca bersama bait 387 dan 389 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Makan sebelum salat Idulfitri menampakkan bahwa hari itu bukan hari puasa.
- Pada Iduladha, matan menyebut menunda makan sampai penyembelihan menurut kesunahan yang diterangkan kitab.
Contoh penerapan
Keadaan
Kebutuhan kesehatan atau keadaan seseorang tetap diperhatikan.
Cara memahami
Jangan memaksa anak atau orang sakit menunda makan hanya demi menerapkan adab sunah tanpa melihat kemampuan dan kebutuhan nyata.
Batas penerapan
Pada Iduladha, matan menyebut menunda makan sampai penyembelihan menurut kesunahan yang diterangkan kitab. Penundaan makan ini bukan niat berpuasa pada hari raya yang justru dilarang.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 108:2
Surah Al-Kawthar, ayat 2. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Inti makna
Allah memerintahkan salat dan penyembelihan bagi-Nya. Syarah mengaitkan ayat ini dengan pembahasan hari raya.
Kaitan dengan bait
Ayat memerintahkan salat dan penyembelihan bagi Allah; syarah mengaitkannya dengan Iduladha. Jumlah takbir dan jadwal zikir berasal dari uraian fikih, bukan angka yang disebut ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 388: makan sebelum idulfitri dan menunda pada adha.
Lihat pembahasan jawaban
Makan sebelum salat Idulfitri menampakkan bahwa hari itu bukan hari puasa. Ini adab makan sebelum berangkat, bukan kewajiban menu tertentu atau tuntutan makan banyak. Pada Iduladha, matan menyebut menunda makan sampai penyembelihan menurut kesunahan yang diterangkan kitab. Penundaan makan ini bukan niat berpuasa pada hari raya yang justru dilarang.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وسن من قبل صلاة الفطر فطر
dan disunahkan makan sebelum salat Idulfitri
كذا الإمساك حتى النحر
demikian pula menahan makan hingga penyembelihan pada Adha
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وسُنَّ مِن قَبْلِ صلاةِ الفِطْرِ
Buka penggal 2
فِطْرٌ كَذَا الإِمْسَاكُ حَتى النَّحْرِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 388 — Makan sebelum Idulfitri dan menunda pada AdhaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.