Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Adab Jumat dan salat dua hari raya · Bait 389 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وبكر الخروج لا الخطيب
- dan berangkatlah awal, selain khatib
- والمشي والتزيين التطييب
- serta berjalan, berhias, dan memakai wewangian
Terjemahan bait 389
Dan berangkatlah awal, selain khatib; serta berjalan, berhias, dan memakai wewangian.
Syarah · keterangan lengkap
Peran jamaah dan khatib
Jamaah dianjurkan datang awal, sedangkan khatib datang sesuai waktu pelaksanaan. Pembedaan ini membantu keteraturan acara, bukan menilai keterlambatan tanpa mengetahui tugas masing-masing.
Penampilan yang pantas
Mandi, pakaian bersih, dan berhias sesuai adab merupakan persiapan hari raya. Jenis pakaian mengikuti kemampuan; kesunahan tidak menuntut pakaian baru atau pengeluaran yang memberatkan keluarga.
Berjalan dengan tenang
Berjalan dianjurkan bagi yang mampu, sedangkan berkendaraan dapat dipilih karena kebutuhan. Penggunaan wewangian mengikuti ketentuan pemakai dan tempatnya, serta tidak mengganggu orang lain dengan aroma berlebihan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 106. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
لا الخطيب
لا mengecualikan khatib dari anjuran datang lebih awal dalam susunan ini.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan adab jumat dan salat dua hari raya. Baca bersama bait 388 dan 390 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Jamaah dianjurkan datang awal, sedangkan khatib datang sesuai waktu pelaksanaan.
- Mandi, pakaian bersih, dan berhias sesuai adab merupakan persiapan hari raya.
Contoh penerapan
Keadaan
Berjalan dianjurkan bagi yang mampu, sedangkan berkendaraan dapat dipilih karena kebutuhan.
Cara memahami
Penggunaan wewangian mengikuti ketentuan pemakai dan tempatnya, serta tidak mengganggu orang lain dengan aroma berlebihan.
Batas penerapan
Mandi, pakaian bersih, dan berhias sesuai adab merupakan persiapan hari raya. Jenis pakaian mengikuti kemampuan; kesunahan tidak menuntut pakaian baru atau pengeluaran yang memberatkan keluarga.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 108:2
Surah Al-Kawthar, ayat 2. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Inti makna
Allah memerintahkan salat dan penyembelihan bagi-Nya. Syarah mengaitkan ayat ini dengan pembahasan hari raya.
Kaitan dengan bait
Ayat memerintahkan salat dan penyembelihan bagi Allah; syarah mengaitkannya dengan Iduladha. Jumlah takbir dan jadwal zikir berasal dari uraian fikih, bukan angka yang disebut ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 389: berangkat awal dan berhias untuk id.
Lihat pembahasan jawaban
Jamaah dianjurkan datang awal, sedangkan khatib datang sesuai waktu pelaksanaan. Pembedaan ini membantu keteraturan acara, bukan menilai keterlambatan tanpa mengetahui tugas masing-masing. Mandi, pakaian bersih, dan berhias sesuai adab merupakan persiapan hari raya. Jenis pakaian mengikuti kemampuan; kesunahan tidak menuntut pakaian baru atau pengeluaran yang memberatkan keluarga.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وبكر الخروج لا الخطيب
dan berangkatlah awal, selain khatib
والمشي والتزيين التطييب
serta berjalan, berhias, dan memakai wewangian
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وبَكَّرَ الخُرُوجَ لا الخَطِيبُ
Buka penggal 2
والمَشْيُ والتَّزْيِينُ التَّطْيِيبُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 389 — Berangkat awal dan berhias untuk IdNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.