Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Adab Jumat dan salat dua hari raya · Bait 390 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وكبروا ليلتي العيد
- dan bertakbirlah pada dua malam hari raya
- إلى تحرم بها
- sampai dimulainya salat Id
- كذا لما تلا
- demikian pula sesudah
Terjemahan bait 390
Dan bertakbirlah pada dua malam hari raya; sampai dimulainya salat Id; demikian pula sesudah.
Syarah · keterangan lengkap
Takbir yang tidak terikat salat
Takbir malam Id dimulai sejak masuk malam hari raya dan berlangsung sampai pembukaan salat Id menurut uraian kitab. Ini disebut takbir mutlak karena tidak khusus setelah suatu salat.
Berbeda dari takbir muqayyad
Akhir bait membuka takbir sesudah salat yang jadwalnya diterangkan pada 391. Dua jenis takbir tidak dicampurkan menjadi satu jadwal yang sama untuk semua keadaan.
Jemaah haji
Syarah merinci bahwa jemaah haji mempunyai hubungan dengan waktu talbiyah yang berbeda. Karena itu jadwal takbir orang yang tidak berhaji tidak diterapkan otomatis kepada seluruh tahap manasik.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 106. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ليلتي العيد
ليلتي mutsanna dalam idhafah yang menerangkan dua malam hari raya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan adab jumat dan salat dua hari raya. Baca bersama bait 389 dan 391 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Takbir malam Id dimulai sejak masuk malam hari raya dan berlangsung sampai pembukaan salat Id menurut uraian kitab.
- Akhir bait membuka takbir sesudah salat yang jadwalnya diterangkan pada 391.
Contoh penerapan
Keadaan
Syarah merinci bahwa jemaah haji mempunyai hubungan dengan waktu talbiyah yang berbeda.
Cara memahami
Karena itu jadwal takbir orang yang tidak berhaji tidak diterapkan otomatis kepada seluruh tahap manasik.
Batas penerapan
Akhir bait membuka takbir sesudah salat yang jadwalnya diterangkan pada 391. Dua jenis takbir tidak dicampurkan menjadi satu jadwal yang sama untuk semua keadaan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 108:2
Surah Al-Kawthar, ayat 2. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Inti makna
Allah memerintahkan salat dan penyembelihan bagi-Nya. Syarah mengaitkan ayat ini dengan pembahasan hari raya.
Kaitan dengan bait
Ayat memerintahkan salat dan penyembelihan bagi Allah; syarah mengaitkannya dengan Iduladha. Jumlah takbir dan jadwal zikir berasal dari uraian fikih, bukan angka yang disebut ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 390: takbir malam dua hari raya.
Lihat pembahasan jawaban
Takbir malam Id dimulai sejak masuk malam hari raya dan berlangsung sampai pembukaan salat Id menurut uraian kitab. Ini disebut takbir mutlak karena tidak khusus setelah suatu salat. Akhir bait membuka takbir sesudah salat yang jadwalnya diterangkan pada 391. Dua jenis takbir tidak dicampurkan menjadi satu jadwal yang sama untuk semua keadaan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وكبروا ليلتي العيد
dan bertakbirlah pada dua malam hari raya
إلى تحرم بها
sampai dimulainya salat Id
كذا لما تلا
demikian pula sesudah
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وكَبَّرُوا لَيْلَتَيِ العيدِ إلى
Buka penggal 2
تَحَرُّمٍ بِهَا كَذَا لِمَا تَلا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 390 — Takbir malam dua hari rayaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.