Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat gerhana dan istisqa · Bait 392 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ذي ركعتان
- salat ini dua rakaat
- وكلا هاتين
- dan masing-masing keduanya
- حوت ركوعين وقومتين
- memuat dua rukuk serta dua berdiri
Terjemahan bait 392
Salat ini dua rakaat; dan masing-masing keduanya; memuat dua rukuk serta dua berdiri.
Syarah · keterangan lengkap
Bentuk yang diterangkan
Setiap rakaat salat gerhana dalam bentuk ini berisi dua berdiri dengan bacaan dan dua rukuk, lalu dua sujud. Karena itu dua rakaat keseluruhan menghasilkan empat rukuk, bukan empat rakaat.
Bacaan diulang pada berdiri kedua
Setelah rukuk pertama, kembali berdiri dan membaca Al-Fatihah sebelum rukuk berikutnya. Berdiri ini berbeda dari iktidal biasa yang langsung diikuti sujud pada salat lima waktu.
Tidak mengubah jumlah sembarangan
Syarah membahas bentuk minimal dan bentuk lebih sempurna. Jika memilih tata dua rukuk, jangan menambah atau menguranginya hanya karena gerhana masih berlangsung atau sudah berakhir di tengah pelaksanaan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 108. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ركوعين وقومتين
Dua isim mutsanna sebagai rincian yang dimuat tiap rakaat, dihubungkan dengan waw.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan salat gerhana dan istisqa. Baca bersama bait 391 dan 393 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Setiap rakaat salat gerhana dalam bentuk ini berisi dua berdiri dengan bacaan dan dua rukuk, lalu dua sujud.
- Setelah rukuk pertama, kembali berdiri dan membaca Al-Fatihah sebelum rukuk berikutnya.
Contoh penerapan
Keadaan
Syarah membahas bentuk minimal dan bentuk lebih sempurna.
Cara memahami
Jika memilih tata dua rukuk, jangan menambah atau menguranginya hanya karena gerhana masih berlangsung atau sudah berakhir di tengah pelaksanaan.
Batas penerapan
Setelah rukuk pertama, kembali berdiri dan membaca Al-Fatihah sebelum rukuk berikutnya. Berdiri ini berbeda dari iktidal biasa yang langsung diikuti sujud pada salat lima waktu.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1043
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
فإذا رأيتم فصلوا وادعوا الله
Inti makna
Ketika melihat gerhana, kerjakan salat dan berdoalah kepada Allah.
Kaitan dengan bait
Hadis mengarahkan salat ketika melihat gerhana dan menolak kaitannya dengan kematian seseorang. Bentuk rakaat, bacaan, serta khutbah diperinci syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 392: dua rukuk pada setiap rakaat gerhana.
Lihat pembahasan jawaban
Setiap rakaat salat gerhana dalam bentuk ini berisi dua berdiri dengan bacaan dan dua rukuk, lalu dua sujud. Karena itu dua rakaat keseluruhan menghasilkan empat rukuk, bukan empat rakaat. Setelah rukuk pertama, kembali berdiri dan membaca Al-Fatihah sebelum rukuk berikutnya. Berdiri ini berbeda dari iktidal biasa yang langsung diikuti sujud pada salat lima waktu.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ذي ركعتان
salat ini dua rakaat
وكلا هاتين
dan masing-masing keduanya
حوت ركوعين وقومتين
memuat dua rukuk serta dua berdiri
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ذِي رَكعتانِ وكِلا هَاتَيْنِ
Buka penggal 2
حَوَتْ ركوعَيْنِ وَقَوْمَتَيْنِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 392 — Dua rukuk pada setiap rakaat gerhanaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.