Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 393
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Salat gerhana dan istisqa · Bait 393 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وسن تطويل اقترا القومات
dan disunahkan memanjangkan bacaan pada berdiri
وسبحة الركعات والسجدات
serta tasbih pada rukuk dan sujud
Terjemahan bait 393

Dan disunahkan memanjangkan bacaan pada berdiri; serta tasbih pada rukuk dan sujud.

Syarah · keterangan lengkap

Kekhususan kesunahan

Salat gerhana dianjurkan dengan bacaan dan zikir yang lebih panjang. Panjangnya dimaksudkan untuk menghadirkan doa serta penghambaan, bukan perlombaan ketahanan berdiri atau mengabaikan kemampuan jamaah.

Bertingkat dalam syarah

Syarah memberi gambaran bacaan awal lebih panjang lalu berkurang pada bagian berikutnya. Ukuran contoh tersebut menjelaskan kesempurnaan, bukan syarat sah yang mewajibkan semua orang hafal surah panjang.

Penerapan

Imam menimbang keadaan jamaah sambil menjaga bentuk salat. Orang yang tidak mampu membaca panjang tetap memenuhi Al-Fatihah, rukun, dan tumakninah; kurang panjang tidak sama dengan salat tidak sah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 108. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

تطويل اقترا القومات

Rangkaian idhafah menerangkan pemanjangan bacaan pada posisi berdiri.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تطويل

Akar
ط و ل
Pola / bentuk
تَفْعِيل

Masdar طوّل, memanjangkan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan salat gerhana dan istisqa. Baca bersama bait 392 dan 394 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Salat gerhana dianjurkan dengan bacaan dan zikir yang lebih panjang.
  2. Syarah memberi gambaran bacaan awal lebih panjang lalu berkurang pada bagian berikutnya.
Contoh penerapan

Keadaan

Imam menimbang keadaan jamaah sambil menjaga bentuk salat.

Cara memahami

Orang yang tidak mampu membaca panjang tetap memenuhi Al-Fatihah, rukun, dan tumakninah; kurang panjang tidak sama dengan salat tidak sah.

Batas penerapan

Syarah memberi gambaran bacaan awal lebih panjang lalu berkurang pada bagian berikutnya. Ukuran contoh tersebut menjelaskan kesempurnaan, bukan syarat sah yang mewajibkan semua orang hafal surah panjang.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1043

Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.

Baca petikan Arab

فإذا رأيتم فصلوا وادعوا الله

Inti makna

Ketika melihat gerhana, kerjakan salat dan berdoalah kepada Allah.

Kaitan dengan bait

Hadis mengarahkan salat ketika melihat gerhana dan menolak kaitannya dengan kematian seseorang. Bentuk rakaat, bacaan, serta khutbah diperinci syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 393: memanjangkan bacaan, rukuk, dan sujud gerhana.

Lihat pembahasan jawaban

Salat gerhana dianjurkan dengan bacaan dan zikir yang lebih panjang. Panjangnya dimaksudkan untuk menghadirkan doa serta penghambaan, bukan perlombaan ketahanan berdiri atau mengabaikan kemampuan jamaah. Syarah memberi gambaran bacaan awal lebih panjang lalu berkurang pada bagian berikutnya. Ukuran contoh tersebut menjelaskan kesempurnaan, bukan syarat sah yang mewajibkan semua orang hafal surah panjang.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وسن تطويل اقترا القومات

dan disunahkan memanjangkan bacaan pada berdiri

وسبحة الركعات والسجدات

serta tasbih pada rukuk dan sujud

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وسُنَّ تطويلُ اقْتِرَا القَوْمَاتِ

Buka penggal 2

وسُبْحَةِ الركعاتِ والسَّجدَاتِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 393 — Memanjangkan bacaan, rukuk, dan sujud gerhanaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan