Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat gerhana dan istisqa · Bait 394 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- والجهر في قراءة الخسوف لقمر
- dan mengeraskan bacaan gerhana bulan
- والسر في الكسوف
- serta melirihkan pada gerhana matahari
Terjemahan bait 394
Dan mengeraskan bacaan gerhana bulan; serta melirihkan pada gerhana matahari.
Syarah · keterangan lengkap
Tata bacaan mazhab
Matan mengajarkan jahr pada gerhana bulan dan sirr pada gerhana matahari. Syarah menghubungkannya dengan salat malam dan siang; perincian ini merupakan pilihan mazhab yang sedang dijelaskan.
Jahr bukan berteriak
Bacaan terdengar dilakukan dengan tertib dan tidak melampaui kebutuhan jamaah. Sirr juga bukan membaca hanya di dalam pikiran; lafaz tetap diucapkan menurut ketentuan bacaan salat.
Perbedaan praktik
Ada perbedaan riwayat dan pemahaman ulama mengenai bacaan gerhana. Pembaca tidak menyatakan semua pelaksanaan yang berbeda volume pasti batal; unsur kesunahan dibedakan dari rukun dan syarat.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 108. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
لقمر
لام mengaitkan الخسوف dengan bulan sebagai gerhana yang dimaksud.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan salat gerhana dan istisqa. Baca bersama bait 393 dan 395 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Matan mengajarkan jahr pada gerhana bulan dan sirr pada gerhana matahari.
- Bacaan terdengar dilakukan dengan tertib dan tidak melampaui kebutuhan jamaah.
Contoh penerapan
Keadaan
Ada perbedaan riwayat dan pemahaman ulama mengenai bacaan gerhana.
Cara memahami
Pembaca tidak menyatakan semua pelaksanaan yang berbeda volume pasti batal; unsur kesunahan dibedakan dari rukun dan syarat.
Batas penerapan
Bacaan terdengar dilakukan dengan tertib dan tidak melampaui kebutuhan jamaah. Sirr juga bukan membaca hanya di dalam pikiran; lafaz tetap diucapkan menurut ketentuan bacaan salat.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1043
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
فإذا رأيتم فصلوا وادعوا الله
Inti makna
Ketika melihat gerhana, kerjakan salat dan berdoalah kepada Allah.
Kaitan dengan bait
Hadis mengarahkan salat ketika melihat gerhana dan menolak kaitannya dengan kematian seseorang. Bentuk rakaat, bacaan, serta khutbah diperinci syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 394: bacaan gerhana bulan dan matahari.
Lihat pembahasan jawaban
Matan mengajarkan jahr pada gerhana bulan dan sirr pada gerhana matahari. Syarah menghubungkannya dengan salat malam dan siang; perincian ini merupakan pilihan mazhab yang sedang dijelaskan. Bacaan terdengar dilakukan dengan tertib dan tidak melampaui kebutuhan jamaah. Sirr juga bukan membaca hanya di dalam pikiran; lafaz tetap diucapkan menurut ketentuan bacaan salat.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
والجهر في قراءة الخسوف لقمر
dan mengeraskan bacaan gerhana bulan
والسر في الكسوف
serta melirihkan pada gerhana matahari
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
والجَهْرُ في قراءَةِ الخُسُوفِ
Buka penggal 2
لِقَمَرٍ والسِّرُّ في الكُسُوفِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 394 — Bacaan gerhana bulan dan matahariNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.