Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat gerhana dan istisqa · Bait 395 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وخطبتان بعدها كالجمعة
- dan dua khutbah sesudahnya seperti Jumat dalam tata khutbah
- قدم على فرض بوقت وسعه
- dahulukan atas fardu bila waktu fardu masih lapang
Terjemahan bait 395
Dan dua khutbah sesudahnya seperti Jumat dalam tata khutbah; dahulukan atas fardu bila waktu fardu masih lapang.
Syarah · keterangan lengkap
Khutbah setelah salat
Dua khutbah dianjurkan setelah salat gerhana untuk mengajak bertobat, berdoa, dan berbuat baik. Kedudukannya tidak disamakan seluruhnya dengan khutbah Jumat yang menjadi syarat khusus sebelum salat.
Karena sebab dapat berakhir
Gerhana dapat berakhir sehingga kesempatan salatnya berlalu. Karena itu ia dapat didahulukan bila waktu fardu cukup; pertimbangan ini bukan menyatakan sunah secara umum lebih utama daripada fardu.
Jika waktu sempit
Saat penundaan mengancam keluarnya fardu dari waktunya, fardu didahulukan. Batas kelapangan waktu menjaga agar mengejar satu kesunahan tidak menghilangkan kewajiban yang lebih mendasar.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 108. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
بوقت وسعه
باء menerangkan keadaan waktu yang cukup untuk salat wajib sesudahnya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan salat gerhana dan istisqa. Baca bersama bait 394 dan 396 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Dua khutbah dianjurkan setelah salat gerhana untuk mengajak bertobat, berdoa, dan berbuat baik.
- Gerhana dapat berakhir sehingga kesempatan salatnya berlalu.
Contoh penerapan
Keadaan
Saat penundaan mengancam keluarnya fardu dari waktunya, fardu didahulukan.
Cara memahami
Batas kelapangan waktu menjaga agar mengejar satu kesunahan tidak menghilangkan kewajiban yang lebih mendasar.
Batas penerapan
Gerhana dapat berakhir sehingga kesempatan salatnya berlalu. Karena itu ia dapat didahulukan bila waktu fardu cukup; pertimbangan ini bukan menyatakan sunah secara umum lebih utama daripada fardu.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 1043
Petikan Arab dari riwayat bernomor; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran. Baca konteks lengkap melalui tautan.
Baca petikan Arab
فإذا رأيتم فصلوا وادعوا الله
Inti makna
Ketika melihat gerhana, kerjakan salat dan berdoalah kepada Allah.
Kaitan dengan bait
Hadis mengarahkan salat ketika melihat gerhana dan menolak kaitannya dengan kematian seseorang. Bentuk rakaat, bacaan, serta khutbah diperinci syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 395: khutbah gerhana dan prioritas waktu.
Lihat pembahasan jawaban
Dua khutbah dianjurkan setelah salat gerhana untuk mengajak bertobat, berdoa, dan berbuat baik. Kedudukannya tidak disamakan seluruhnya dengan khutbah Jumat yang menjadi syarat khusus sebelum salat. Gerhana dapat berakhir sehingga kesempatan salatnya berlalu. Karena itu ia dapat didahulukan bila waktu fardu cukup; pertimbangan ini bukan menyatakan sunah secara umum lebih utama daripada fardu.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وخطبتان بعدها كالجمعة
dan dua khutbah sesudahnya seperti Jumat dalam tata khutbah
قدم على فرض بوقت وسعه
dahulukan atas fardu bila waktu fardu masih lapang
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وخَطْبَتَانِ بَعدَهَا كالجُمُعَهْ
Buka penggal 2
قَدِّمْ على فَرْضٍ بِوَقْتٍ وَسِعْه
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 395 — Khutbah gerhana dan prioritas waktuNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.