Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Salat gerhana dan istisqa · Bait 398 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- فليخرجوا ببذلة التخشع
- hendaklah keluar dengan pakaian sederhana serta rendah hati
- مع رضع ورتع وركع
- bersama anak menyusu, hewan merumput, dan orang yang banyak rukuk
Terjemahan bait 398
Hendaklah keluar dengan pakaian sederhana serta rendah hati; bersama anak menyusu, hewan merumput, dan orang yang banyak rukuk.
Syarah · keterangan lengkap
Berbeda dari kemeriahan Id
Istisqa menonjolkan permohonan dan kerendahan hati. Pakaian sederhana tidak berarti kotor; kebersihan tetap dijaga, sedangkan penampilan tidak diarahkan kepada pamer kemewahan.
Mengingat yang lemah
Penyebutan anak, hewan, dan ahli ibadah menampakkan luasnya makhluk yang membutuhkan air. Ia mengingatkan kepedulian, bukan menjadikan kelompok rentan sebagai alat pertunjukan atau memaksakan kehadiran mereka.
Penerapan
Acara memperhatikan keteduhan, akses, dan kemampuan peserta. Orang lemah tidak dibebani kondisi yang berbahaya demi mengikuti contoh lahiriah; ruh permohonan ialah merendah dan menyayangi sesama makhluk.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 109. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
فليخرجوا
فاء penyambung; لام perintah; يخرجوا majzum dengan penghilangan nun.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan salat gerhana dan istisqa. Baca bersama bait 397 dan 399 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Istisqa menonjolkan permohonan dan kerendahan hati.
- Penyebutan anak, hewan, dan ahli ibadah menampakkan luasnya makhluk yang membutuhkan air.
Contoh penerapan
Keadaan
Acara memperhatikan keteduhan, akses, dan kemampuan peserta.
Cara memahami
Orang lemah tidak dibebani kondisi yang berbahaya demi mengikuti contoh lahiriah; ruh permohonan ialah merendah dan menyayangi sesama makhluk.
Batas penerapan
Penyebutan anak, hewan, dan ahli ibadah menampakkan luasnya makhluk yang membutuhkan air. Ia mengingatkan kepedulian, bukan menjadikan kelompok rentan sebagai alat pertunjukan atau memaksakan kehadiran mereka.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 71:10
Surah Nooh, ayat 10. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًۭا
Inti makna
Nabi Nuh mengajak kaumnya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun.
Kaitan dengan bait
Perintah istigfar pada rangkaian ayat Nuh 10–11 menjadi penguat tobat saat memohon hujan. Bentuk salat, pakaian, dan puasa persiapan diterangkan syarah.
Buka sumber lengkap ↗Al-Qur’an 71:11
Surah Nooh, ayat 11. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًۭا
Inti makna
Dalam kelanjutan ajakan istigfar, disebutkan Allah mencurahkan hujan yang banyak.
Kaitan dengan bait
Ayat lanjutan menyebut hujan yang dicurahkan. Ini penguat tema istigfar dan permohonan, bukan janji jadwal hujan yang ditentukan manusia.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 398: kesederhanaan dan kerendahan hati.
Lihat pembahasan jawaban
Istisqa menonjolkan permohonan dan kerendahan hati. Pakaian sederhana tidak berarti kotor; kebersihan tetap dijaga, sedangkan penampilan tidak diarahkan kepada pamer kemewahan. Penyebutan anak, hewan, dan ahli ibadah menampakkan luasnya makhluk yang membutuhkan air. Ia mengingatkan kepedulian, bukan menjadikan kelompok rentan sebagai alat pertunjukan atau memaksakan kehadiran mereka.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
فليخرجوا ببذلة التخشع
hendaklah keluar dengan pakaian sederhana serta rendah hati
مع رضع ورتع وركع
bersama anak menyusu, hewan merumput, dan orang yang banyak rukuk
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
فلْيَخْرُجُوا بِبَذْلَةِ التَّخَشُّعِ
Buka penggal 2
مَعْ رُضَّعٍ ورُتَّعٍ ورُكَّعِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 398 — Kesederhanaan dan kerendahan hatiNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.