Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 399
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Salat gerhana dan istisqa · Bait 399 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
واخطب كما في العيد باستدبار
dan berkhutbahlah seperti Id dengan membelakangi kiblat saat menghadap jamaah
وأبدل التكبير باستغفار
serta gantilah takbir pembukanya dengan istigfar
Terjemahan bait 399

Dan berkhutbahlah seperti Id dengan membelakangi kiblat saat menghadap jamaah; serta gantilah takbir pembukanya dengan istigfar.

Syarah · keterangan lengkap

Menghadap pendengar

Khatib menyampaikan khutbah kepada jamaah. Ungkapan membelakangi kiblat menerangkan posisi saat khutbah, bukan larangan menghadap kiblat ketika berdoa; syarah kemudian menerangkan perpindahan arah pada bagian doa.

Istigfar sebagai pembukaan

Takbir pembuka yang dikenal pada khutbah Id diganti dengan istigfar. Isi khutbah disesuaikan dengan permohonan hujan, tobat, dan perbaikan amal, bukan menyalin seluruh isi khutbah hari raya.

Doa yang sesuai kebutuhan

Syarah juga membahas doa ketika hujan berlebihan menimbulkan kesulitan. Memohon air tidak berarti meminta bencana; permohonan diarahkan kepada hujan yang membawa manfaat dan keselamatan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 109. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وأبدل التكبير باستغفار

أبدل fi‘il amr; التكبير objek yang diganti; باستغفار penggantinya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

استغفار

Akar
غ ف ر
Pola / bentuk
اِسْتِفْعَال

Masdar استغفر, memohon ampunan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan salat gerhana dan istisqa. Baca bersama bait 398 dan 400 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Khatib menyampaikan khutbah kepada jamaah.
  2. Takbir pembuka yang dikenal pada khutbah Id diganti dengan istigfar.
Contoh penerapan

Keadaan

Syarah juga membahas doa ketika hujan berlebihan menimbulkan kesulitan.

Cara memahami

Memohon air tidak berarti meminta bencana; permohonan diarahkan kepada hujan yang membawa manfaat dan keselamatan.

Batas penerapan

Takbir pembuka yang dikenal pada khutbah Id diganti dengan istigfar. Isi khutbah disesuaikan dengan permohonan hujan, tobat, dan perbaikan amal, bukan menyalin seluruh isi khutbah hari raya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 71:10

Surah Nooh, ayat 10. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًۭا

Inti makna

Nabi Nuh mengajak kaumnya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun.

Kaitan dengan bait

Perintah istigfar pada rangkaian ayat Nuh 10–11 menjadi penguat tobat saat memohon hujan. Bentuk salat, pakaian, dan puasa persiapan diterangkan syarah.

Buka sumber lengkap ↗

Al-Qur’an 71:11

Surah Nooh, ayat 11. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًۭا

Inti makna

Dalam kelanjutan ajakan istigfar, disebutkan Allah mencurahkan hujan yang banyak.

Kaitan dengan bait

Ayat lanjutan menyebut hujan yang dicurahkan. Ini penguat tema istigfar dan permohonan, bukan janji jadwal hujan yang ditentukan manusia.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 399: khutbah istisqa dan istigfar.

Lihat pembahasan jawaban

Khatib menyampaikan khutbah kepada jamaah. Ungkapan membelakangi kiblat menerangkan posisi saat khutbah, bukan larangan menghadap kiblat ketika berdoa; syarah kemudian menerangkan perpindahan arah pada bagian doa. Takbir pembuka yang dikenal pada khutbah Id diganti dengan istigfar. Isi khutbah disesuaikan dengan permohonan hujan, tobat, dan perbaikan amal, bukan menyalin seluruh isi khutbah hari raya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

واخطب كما في العيد باستدبار

dan berkhutbahlah seperti Id dengan membelakangi kiblat saat menghadap jamaah

وأبدل التكبير باستغفار

serta gantilah takbir pembukanya dengan istigfar

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

واخْطُبْ كما في العِيدِ باستِدْبَارِ

Buka penggal 2

وأَبْدِلِ التَّكبيرَ باستِغْفَارِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 399 — Khutbah istisqa dan istigfarNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan