Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Nabi, sahabat, imam, dan wali · Bait 40 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ولم يجز
- dan tidak dibolehkan
- في غير محض الكفر
- selain dalam keadaan kekufuran yang nyata dan murni
- خروجنا
- pemberontakan kita
- على ولي الأمر
- terhadap pemegang kekuasaan
Terjemahan bait 40
Tidak dibolehkan bagi kita memberontak kepada pemegang kekuasaan selain dalam keadaan kekufuran yang nyata dan murni.
Syarah · keterangan lengkap
Lingkup pembicaraan
Khuruj pada pembahasan ini terutama menunjuk pemberontakan dan perlawanan bersenjata terhadap penguasa dalam kerangka politik klasik. Syarah menekankan bahaya pertumpahan darah, kekacauan, dan kerusakan yang dapat lebih besar. Istilah itu tidak otomatis mencakup setiap kritik, nasihat, penyampaian keluhan, atau upaya perbaikan yang damai.
Pengecualian tidak berdiri sendiri
Penggal tentang kekufuran yang nyata tidak memberi kewenangan kepada setiap orang untuk menuduh penguasa kafir, kemudian melakukan kekerasan. Pembahasan ulama berkaitan dengan bukti yang tegas, kompetensi menilai, kemampuan, serta pertimbangan akibat dan pencegahan kerusakan yang lebih besar. Dosa, kebijakan yang buruk, dan perbedaan politik tidak langsung sama dengan kekufuran. Satu bait ringkas tidak memuat seluruh syarat tersebut.
Pelajaran yang dapat diambil
Penghormatan kepada ketertiban tidak berarti wajib menaati perintah untuk bermaksiat atau membenarkan penindasan. Menolak tindakan zalim, melindungi orang yang terancam, dan menyampaikan nasihat tetap mempunyai tempat dengan cara yang benar. Materi ini menjelaskan teks klasik, bukan menetapkan hukum terhadap pemerintah atau konflik tertentu. Bagi pelajar, titik tekannya adalah menjaga nyawa, menghindari tuduhan serampangan, serta memahami bahwa keputusan publik yang berat membutuhkan ilmu dan tanggung jawab, bukan emosi.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 15. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ولم يجز في غير محض الكفر
لم menjazmkan يجزْ. في غير jar-majrur, محضِ mudhaf ilaih dari غير, dan الكفرِ mudhaf ilaih dari محض. Susunan itu membatasi keadaan dalam pernyataan hukum pengarang.
خروجنا على ولي الأمر
خروجُنا fa‘il yang diakhirkan bagi يجز; نا mudhaf ilaih. على ولي jar-majrur; الأمر mudhaf ilaih. Yang dibicarakan ialah khuruj dalam pembahasan politik klasik, bukan setiap kritik atau nasihat.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berpindah dari kedudukan tokoh agama kepada urusan kepemimpinan. Bait 41 mengajarkan adab membahas konflik para sahabat, dan bait 42 menyebut kebutuhan akan pemimpin.
Intisari & faedah
- Pembahasan khuruj mempunyai konteks, syarat, dan akibat yang tidak dirinci seluruhnya dalam bait.
- Nasihat dan koreksi tidak disamakan otomatis dengan pemberontakan bersenjata.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar membaca bait ini lalu menganggap semua kritik kebijakan terlarang.
Cara memahami
Ia membedakan nasihat, penyampaian keberatan yang damai, dan konflik bersenjata dalam pembahasan fikih.
Batas penerapan
Bait tidak menjadi wewenang pribadi untuk memberi cap kufur atau memulai kekerasan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 7055–7056
Hadis dalam Shahih al-Bukhari; baca konteks dan batas penerapan pada penjelasan bait. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
وَأَنْ لاَ نُنَازِعَ الأَمْرَ أَهْلَهُ، إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا، عِنْدَكُمْ مِنَ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ
Inti makna
Petikan baiat memuat larangan merebut urusan kekuasaan dari pemegangnya, dengan pengecualian bersyarat yang disebut dalam riwayat.
Kaitan dengan bait
Hadis menyebut larangan merebut urusan kepemimpinan dan pengecualian kufur yang nyata dengan bukti; penerapan membutuhkan seluruh syarat dan pertimbangan yang dijelaskan ulama.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa fa‘il dari يجز pada bait ini?
Lihat pembahasan jawaban
خروجُنا yang diletakkan pada penggal kedua; pelaku gramatikal tidak selalu tepat setelah kata kerja.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ولم يجز
dan tidak dibolehkan
في غير محض الكفر
selain dalam keadaan kekufuran yang nyata dan murni
خروجنا
pemberontakan kita
على ولي الأمر
terhadap pemegang kekuasaan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ولم يَجُزْ في غيرِ مَحْضِ الكُفْرِ
Buka penggal 2
خُرُوجُنا على وَلِىِّ الأمرِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 40 — Pembahasan klasik tentang pemberontakanNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.